Belasan Mahasiswa KKN Kolaboratif Mulai Mengabdi di Antirogo, Perkuat Pemberdayaan Warga
- 20 Juli 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Belasan Mahasiswa KKN Kolaboratif Mulai Mengabdi di Antirogo, Perkuat Pemberdayaan Warga
JEMBER, 20 JULI 2026 – Sehari setelah dilepas Bupati Jember Muhammad Fawait bersama sekitar 3.000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari berbagai perguruan tinggi, sebanyak 13 mahasiswa dari lima kampus resmi memulai pengabdian di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Kehadiran mereka diharapkan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan di tingkat kelurahan.
Penerimaan mahasiswa berlangsung di Pendopo Kelurahan Antirogo, Senin, 20 Juli 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, S.E., M.M., Sekretaris Kelurahan Suyono, S.H., Babinsa Serka M. Hasan, Kasi PMKS Indah Prihatiningsih, S.T., Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum, serta Dosen Pembimbing Lapangan Ratri Kurnia Pratiwi, M.Pd.
Ke-13 mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Jember (Unej), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Al-Qodiri, dan STIA Pembangunan. Mereka merupakan bagian dari sekitar 3.000 mahasiswa KKN Kolaboratif yang diterjunkan Pemerintah Kabupaten Jember ke berbagai desa dan kelurahan sebagai upaya mempercepat pembangunan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono mengatakan, KKN Kolaboratif menjadi momentum penting untuk menghadirkan gagasan dan solusi yang lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Pemerintah kelurahan membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga kelompok warga.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Program yang disusun harus berangkat dari kebutuhan riil warga sehingga manfaatnya dapat dirasakan dan berkelanjutan setelah KKN berakhir," ujar Teguh.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Ratri Kurnia Pratiwi menegaskan, KKN Kolaboratif merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar membangun kepekaan sosial di tengah masyarakat.
"Kolaborasi lima perguruan tinggi menjadi kekuatan dalam KKN tahun ini. Mahasiswa kami dorong untuk mampu memetakan potensi dan persoalan masyarakat, kemudian menyusun program yang realistis, inovatif, dan berdampak langsung bagi warga. Sinergi dengan pemerintah kelurahan menjadi kunci keberhasilan pengabdian ini," katanya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan menjalankan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat, mulai bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan pelayanan publik. Pemerintah Kelurahan Antirogo berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, melahirkan inovasi yang berkelanjutan, serta mendukung visi Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun daerah melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. (dan)