logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Lojejer

Berawal dari Berburu Burung, Berakhir di Meja Visum oleh Puskesmas Lojejer

  • 21 Juli 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
berawal-dari-berburu-burung-berakhir-di-meja-visum-oleh-puskesmas-lojejer-20260721

Berawal dari Berburu Burung, Berakhir di Meja Visum oleh Puskesmas Lojejer

Jember, Selasa (21/07/2026) — Puskesmas Lojejer menerima permintaan pelaksanaan Visum et Repertum (VeR) terhadap seorang laki-laki berinisial Tn. Y (35), warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, yang ditemukan meninggal dunia akibat dugaan kecelakaan senjata api pada sekitar pukul 08.30 WIB.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan sebagai bagian dari prosedur medis dan administrasi dalam membantu proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Hasil Visum et Repertum nantinya menjadi salah satu dokumen pendukung yang digunakan dalam proses investigasi. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB menuju sebuah warung kopi di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Di lokasi tersebut korban sempat memesan kopi dan berbincang bersama dua rekannya sebelum melanjutkan aktivitas berburu burung di area persawahan sekitar pukul 05.30 WIB.

Sekitar pukul 06.30 WIB, korban kembali ke warung kopi dalam kondisi lemah dengan luka di bagian dada sebelah kanan. Korban sempat meminta pertolongan kepada dua rekannya dan menyampaikan bahwa dirinya tertembak. Tidak lama kemudian, kondisi korban menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dalam pemeriksaan luar (head to toe), tenaga kesehatan menemukan kondisi kepala, mata, lidah, dan leher dalam keadaan tanpa tanda kekerasan maupun kelainan yang tampak. Pemeriksaan pada bagian dada menunjukkan adanya luka terbuka berbentuk melingkar berdiameter sekitar 6 sentimeter pada sisi kanan dada disertai perdarahan aktif. Pemeriksaan pada bagian ekstremitas tidak ditemukan adanya kelainan yang bermakna.

Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan identifikasi tanda-tanda kematian sebagai bagian dari prosedur Visum et Repertum. Seluruh hasil pemeriksaan dicatat secara sistematis sesuai standar pemeriksaan medis forensik. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, Visum et Repertum menyimpulkan bahwa penyebab kematian diduga berkaitan dengan kecelakaan senjata api dengan dugaan luka tembak yang menyebabkan tension hemopneumothorax, sehingga diperlukan tindak lanjut sesuai kewenangan aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Selama proses pemeriksaan, tenaga kesehatan Puskesmas Lojejer berkoordinasi dengan personel Polsek Wuluhan guna memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur. Sinergi antara tenaga kesehatan dan aparat kepolisian menjadi bagian penting dalam mendukung proses penegakan hukum melalui penyediaan keterangan medis yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Galeri Foto