logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Cek Longsor Dinding Penahan Sungai di Kepatihan, Dua Titik Berpotensi Membahayakan

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-cek-longsor-dinding-penahan-sungai-di-kepatihan-dua-titik-berpotensi-membahayakan-20260806

BPBD Jember Cek Longsor Dinding Penahan Sungai di Kepatihan, Dua Titik Berpotensi Membahayakan

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerjunkan tim ke Lingkungan Kauman RT 04 RW 24, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Rabu 05 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons cepat keluhan warga terkait amblesnya dinding penahan sungai di kawasan tersebut.

Laporan awal masuk melalui aplikasi layanan publik Wadul Gus’e yang disampaikan oleh seorang warga bernama Wahyudi. Ia mengeluhkan kondisi lahan di sepanjang aliran sungai Jalan Dr. Sutomo 9 yang tergerus dan merusak dinding penahan sungai.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim BPBD Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB. Sebelum meninjau lapangan, tim berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat Kelurahan Kepatihan dan pelapor. Proses inspeksi teknis hingga pendokumentasian di lokasi selesai pada pukul 10.15 WIB.

Hasil asesmen menunjukkan ada dua titik kerusakan utama pada dinding penahan sungai. Titik pertama merupakan amblesan lama yang terjadi sejak dua tahun lalu dengan panjang 3,5 meter dan lebar 2 meter. Adapun titik kedua merupakan amblesan baru berukuran 2,1 meter x 2 meter yang diperkirakan terjadi setahun terakhir.

Selain dua titik terdampak, tim BPBD juga menemukan dua titik rawan lain yang berpotensi ambles, masing-masing berukuran 1,5 meter x 2 meter dan 1 meter x 2 meter.

Meski kerusakan cukup mencolok, BPBD memastikan permukiman warga masih aman dari ancaman bahaya langsung. Jarak antara titik longsoran dan rumah warga terdekat sekitar lima meter, sehingga belum diperlukan evakuasi.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Kapusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan pentingnya langkah penanganan seawal mungkin untuk mengantisipasi potensi bahaya berulang.

"Hasil asesmen mengonfirmasi adanya kerusakan di dua titik utama dan potensi amblesan di dua titik lainnya. Rumah warga memang masih aman karena berjarak sekitar lima meter, tetapi kondisi ini tetap butuh perhatian serius agar kerusakan tidak meluas—terutama saat debit air sungai meningkat saat hujan," kata Edy.

Edy menambahkan bahwa pihaknya telah meneruskan rekomendasi teknis ini kepada dinas terkait untuk perbaikan infrastruktur permanen.

"Kami mendesak instansi berwenang segera menindaklanjuti perbaikan dinding penahan sungai ini demi keselamatan warga dan perlindungan lingkungan sekitar," pungkasnya.

Asesmen lapangan ini berlangsung lancar tanpa kendala dengan dukungan penuh dari perangkat kelurahan serta masyarakat setempat. (bob)

Galeri Foto