logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Distribusikan 2.500 Liter Air Bersih untuk 50 KK Terdampak Kekeringan di Antirogo

  • 08 Agustus 2026
  • Dibaca 45 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-distribusikan-2500-liter-air-bersih-untuk-50-kk-terdampak-kekeringan-di-antirogo-20260809

BPBD Jember Distribusikan 2.500 Liter Air Bersih untuk 50 KK Terdampak Kekeringan di Antirogo

JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lingkungan Pelinggian RT 02/RW 08, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Sabtu 08 Agustus 2026. Distribusi air bersih tersebut dilakukan sebagai respons atas kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Kegiatan distribusi air bersih ini merupakan penanganan lanjutan setelah adanya permohonan bantuan dari Kelurahan Antirogo melalui Surat Nomor 600.1.16/151/35.09.03.2007/2026 tentang Permohonan Bantuan Air Bersih. Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember telah melakukan asesmen pada Rabu, 05 Agustus 2026 lalu, untuk mengetahui kondisi warga serta kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen ulang yang dilakukan pada Sabtu, 08 Agustus 2026, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di RT 02/RW 08 tercatat terdampak dan membutuhkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air bagi masyarakat mengalami penurunan.

Tim BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 16.30 WIB dan tiba sekitar pukul 16.35 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen ulang sekaligus pendataan terhadap warga yang terdampak. Setelah proses pendataan, petugas melanjutkan dengan pendistribusian air bersih ke tandon air yang telah tersedia di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, TRC-PB BPBD Kabupaten Jember menyalurkan air bersih dengan kapasitas 2.500 liter ke dua tandon air milik BPBD yang berada di lokasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk keperluan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, penanganan dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan sehingga bantuan dapat diarahkan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Distribusi air bersih ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen terhadap kondisi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” ujar Iwan Mujiartono.

Ia menambahkan, distribusi air bersih di wilayah terdampak akan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Berdasarkan rekomendasi hasil asesmen, distribusi berikutnya direncanakan dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas sekitar 2.500 liter pada setiap distribusi.

“Dengan adanya jadwal distribusi secara berkala, diharapkan ketersediaan air bersih bagi warga dapat tetap terjaga. Kami juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lokasi dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan distribusi air bersih melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Ketua RW setempat, serta warga. Proses penyaluran berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim BPBD kembali ke Markas Komando (Mako) pada pukul 18.00 WIB.

BPBD Kabupaten Jember memastikan penanganan kekeringan akan terus dilakukan sesuai hasil asesmen dan perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi dampak musim kemarau terhadap kehidupan warga.

Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah kelurahan, perangkat lingkungan, dan masyarakat, penanganan diharapkan dapat berjalan secara efektif. Pemantauan dan pendataan juga akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan air bersih dapat diberikan secara tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. (bob)

Galeri Foto