logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Perketat Pengamanan Pesisir Selatan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

  • 26 Maret 2026
  • Dibaca 526 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-perketat-pengamanan-pesisir-selatan-di-tengah-ancaman-cuaca-ekstrem-20260326

BPBD Jember Perketat Pengamanan Pesisir Selatan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

JEMBER, 26 MARET 2026 - Memasuki puncak arus mudik dan libur Lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus membuktikan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Melalui penguatan Operasi Ketupat Semeru 2026, BPBD Jember mengintensifkan patroli di titik-titik rawan bencana, khususnya kawasan wisata pesisir selatan yang menjadi magnet utama bagi para wisatawan lokal maupun pemudik dari luar daerah.

Pada Kamis, 26 Maret 2026, yang menandai hari ke-14 pelaksanaan operasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember terpantau melakukan penyisiran intensif di sepanjang Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, hingga Pantai Paseban.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BPBD Jember guna memastikan bahwa euforia liburan masyarakat tidak berujung pada tragedi, mengingat karakteristik pantai selatan Jember yang memiliki dinamika alam yang cukup ekstrem.

Kehadiran BPBD di lapangan bukan sekadar rutinitas administratif. Lembaga ini bertindak sebagai koordinator lapangan yang menyinergikan kekuatan lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan.

Tak ketinggalan, unsur relawan dari RAPI dan ORARI turut berada di bawah koordinasi pemantauan untuk memastikan jalur komunikasi tetap terjaga tanpa hambatan selama masa libur panjang ini. Aktivitas patroli yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini difokuskan pada pemantauan situasi fisik pantai serta pemberian edukasi langsung kepada pengunjung.

Berdasarkan laporan lapangan dari Mashudi, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, situasi di Pantai Papuma dan Watu Ulo terpantau cukup ramai namun tetap kondusif.

Meski cuaca di lokasi terlihat cerah berawan, BPBD Jember meminta masyarakat untuk tidak terlena dengan ketenangan sesaat tersebut. Pasalnya, data teknis menunjukkan adanya risiko yang nyata di balik keindahan ombak laut selatan.

"Situasi secara umum memang terkendali, tetapi kewaspadaan adalah harga mati. Kami dari BPBD terus memantau pergerakan wisatawan, terutama mereka yang terlalu dekat dengan bibir pantai. Fokus kami adalah mitigasi preventif agar tidak terjadi kecelakaan laut yang tidak diinginkan," tegas Mashudi saat memberikan keterangan di sela-sela patroli.

Kekhawatiran BPBD bukan tanpa alasan. Berdasarkan data prakiraan cuaca, perairan selatan Jember saat ini sedang mengalami dinamika gelombang dengan ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kategori gelombang sedang ini bisa menjadi sangat berbahaya bagi wisatawan yang nekat berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai.

Selain ancaman dari laut, BPBD juga menyoroti peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah Jawa Timur hingga 27 Maret 2026.

Kondisi atmosferik tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir luapan dan tanah longsor di jalur-jalur menuju lokasi wisata.

Oleh karena itu, personel BPBD di lapangan tidak hanya mengawasi area pantai, tetapi juga memantau stabilitas lereng dan debit air di sekitar jalur akses utama wisata. Kesigapan ini menunjukkan bahwa BPBD Jember mengambil peran holistik dalam manajemen risiko bencana selama masa liburan.

Sebagai langkah antisipasi terakhir, BPBD Jember telah mensiagakan pusat komando yang beroperasi 24 jam. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan segala bentuk keadaan darurat melalui Call Center Pusdalops BPBD Jember di nomor WhatsApp 0851-1103-8166.

Petugas mengingatkan agar wisatawan selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak mengabaikan instruksi yang diberikan oleh personel di lapangan. (tgh)

Galeri Foto