logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Pindahkan 80 Tandon Bantuan BPBD Jatim ke Pakusari, Siaga Hadapi Kekeringan

  • 09 Oktober 2026
  • Dibaca 100 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-pindahkan-80-tandon-bantuan-bpbd-jatim-ke-pakusari-siaga-hadapi-kekeringan-20261010

BPBD Jember Pindahkan 80 Tandon Bantuan BPBD Jatim ke Pakusari, Siaga Hadapi Kekeringan

JEMBER, 09 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memindahkan 80 tandon air bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur dari kantor BPBD Jember ke gudang penyimpanan BPBD Jember di Kecamatan Pakusari, Jumat, 09 Oktober 2026. Pemindahan ini dilakukan untuk menyiapkan sarana penampungan air bersih guna mendukung penanganan krisis air akibat kemarau panjang.

Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Mohamad Agus Shofarudin, mengatakan, puluhan tandon tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur yang kini ditempatkan di gudang BPBD Jember di Pakusari.

“Sebanyak 80 tandon bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur kami pindahkan dari kantor BPBD Kabupaten Jember ke gudang BPBD Jember di Pakusari. Tandon ini dipersiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih,” kata Agus.

Pemindahan tersebut menjadi bagian dari kesiapan BPBD Jember menghadapi dampak musim kemarau yang masih berlangsung. Penempatan tandon di gudang BPBD Jember di Pakusari dilakukan sebagai bagian dari penataan dan penyimpanan sarana pendukung penanganan kekeringan agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember hingga 9 Oktober 2026, krisis air bersih telah berdampak pada 2.300 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 10 kecamatan dan 19 desa/kelurahan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, sebanyak 1,3 juta liter air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Ancaman kekeringan juga berpotensi berlangsung lebih lama. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau yang semula diprediksi berlangsung pada April hingga Agustus diperkirakan berlanjut sampai akhir November 2026. Sementara itu, awal musim hujan diperkirakan baru terjadi pada awal Desember.

Dampak kekeringan bahkan mulai dirasakan di wilayah yang sebelumnya relatif tidak terdampak. Dua di antaranya adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Agus menegaskan, kesiapan sarana penampungan air menjadi salah satu upaya untuk mendukung penanganan krisis air bersih di Kabupaten Jember. Dengan dipindahkannya 80 tandon bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur ke gudang BPBD Jember di Pakusari, sarana tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan penanganan kekeringan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. (tgh)

Galeri Foto