logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Buka Data Penerimaan Program, Gus Fawait: 96,7 Persen Warga Miskin Jember Sudah Terima Bansos

  • 24 Mei 2026
  • Dibaca 124 Kali
Bagikan Via:
buka-data-penerimaan-program-gus-fawait-967-persen-warga-miskin-jember-sudah-terima-bansos-20260525

Buka Data Penerimaan Program, Gus Fawait: 96,7 Persen Warga Miskin Jember Sudah Terima Bansos

JAKARTA, 24 MEI 2026 - Verval DTSEN Desil 1 Kabupaten Jember tidak hanya menghasilkan daftar sasaran, tetapi juga membongkar potret mendalam profil kemiskinan di tingkat keluarga. Dari 68.351 KK yang ditemukan dan layak diintervensi, sebanyak 66.118 KK atau 96,7 persen tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Fakta mengejutkan muncul dari komposisi usianya: 33.643 orang atau 50,9 persen berada di usia produktif di bawah 60 tahun.

Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. menyebut temuan ini sebagai titik strategis yang tidak boleh diabaikan.Berdasarkan hasil pemetaan jenis bantuan yang diterima, tercatat sebanyak 6,1 persen warga menerima PKH plus Sembako, 12,1 persen atau 4.071 KK menerima Sembako saja, sedangkan sisanya tersebar sebagai penerima PKH, PBJTK, PBJTK non-PKH, hingga RTLH.

"Semua sudah kami munculkan dalam hasil Verval, baik dari kelompok usia produktif maupun non-produktif. Hasil ini membantu kami menentukan siapa yang tetap dilindungi, didorong graduasinya, atau diarahkan ke program produktif dan layanan dasar," ujar Gus Fawait, sapaan akrab bupati, di forum Sosialisasi Rinduk di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.

Data menunjukkan perbedaan profil yang signifikan antara dua kelompok usia. Penerima bansos usia produktif didominasi peserta PBIJK non-PKH/Sembako sebesar 81,8 persen, dengan proporsi penerima PKH dan Sembako yang jauh lebih kecil. Sebaliknya, kelompok non-produktif usia 60 tahun ke atas memiliki proporsi penerima PKH dan Sembako yang jauh lebih tinggi, yakni 34,9 persen, dengan angka RTLH yang juga lebih besar mencapai 12,3 persen dibanding 6,6 persen pada kelompok produktif.

Di sisi lain, verval juga 3,3 persen dari total yang ditemukan sama sekali belum menyentuh bansos apapun meski masuk dalam data Desil 1. "Yang menjadi perhatian serius kami adalah 3,3 persen atau 2.233 KK dari total 68.351 KK yang valid Desil 1, mereka sama sekali belum mendapatkan perhatian atau bansos apapun dari pemerintah," ujar Gus Fawait.

Pemkab Jember menyiapkan tiga langkah penjangkauan cepat: konfirmasi keberadaan di lapangan, rujukan ke Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), dan intervensi lintas OPD. “Dari 2.233 KK ini, kami bedakan lagi: ada 1.160 KK yang masuk Desil 1 dari kelompok usia produktif yang belum menerima program apapun, dan 1.073 KK dari kelompok usia non-produktif yang juga belum tersentuh bansos. Mereka inilah yang menjadi prioritas tindak lanjut kami," ujarnya.

Dengan pemilahan yang semakin tajam ini, Jember membangun fondasi kebijakan kemiskinan yang tidak seragam, melainkan responsif terhadap kebutuhan nyata setiap keluarga di lapangan. (rou)

Galeri Foto