logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Camat Kaliwates Hadiri Pembukaan Pembentukan DESTANA 2026, Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Bencana di Kelurahan Sempusari

  • 08 Juli 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
camat-kaliwates-hadiri-pembukaan-pembentukan-destana-2026-perkuat-sinergi-kesiapsiagaan-bencana-di-kelurahan-sempusari-20260708

Camat Kaliwates Hadiri Pembukaan Pembentukan DESTANA 2026, Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Bencana di Kelurahan Sempusari

JEMBER, Rabu 8 Juli 2026 – Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos. menghadiri kegiatan Pembukaan Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Sempusari, Rabu 8 Juli 2026 pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui kolaborasi lintas sektor.

Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Hadinuddin, S.Pd.I., Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur Bige Wahjuono, S.E., Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos., Kapolsek Kaliwates Kompol Akhmad Musofah, S.H., Danramil Kaliwates Kapten Inf. Halik, Lurah Sempusari Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M., Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempusari Aiptu Anang Mujiono, Babinsa Serma Riki Rikardo, beserta perangkat kelurahan, relawan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat.

Pembentukan DESTANA merupakan tindak lanjut program pengurangan risiko bencana yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi ancaman, melakukan mitigasi, menyusun rencana kontinjensi, hingga membangun sistem penanganan darurat secara mandiri. Melalui program ini, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai konsep Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, pemetaan risiko wilayah, penguatan kelembagaan masyarakat, penyusunan rencana aksi, serta pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan budaya sadar bencana.

Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos. menyampaikan bahwa keberhasilan program DESTANA bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Pembentukan DESTANA bukan sekadar menjalankan program pemerintah, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga menjadi modal utama agar Kelurahan Sempusari memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, melakukan mitigasi, serta bertindak cepat dan tepat ketika terjadi bencana,” ujar Dwi Sunu Ari Nugroho.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kecamatan Kaliwates akan terus mendukung berbagai program penguatan kapasitas masyarakat agar setiap kelurahan memiliki ketangguhan dalam menghadapi ancaman bencana.

Melalui pembentukan DESTANA Tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Kaliwates berharap Kelurahan Sempusari dapat menjadi percontohan kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Jember, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga keselamatan serta ketahanan wilayah terhadap berbagai potensi bencana. (as)

Galeri Foto