logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Dampak Berganda JFC 2026, Pedagang Kecil hingga Penginapan Panen Berlipat

  • 27 Juli 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
dampak-berganda-jfc-2026-pedagang-kecil-hingga-penginapan-panen-berlipat-20260728

Dampak Berganda JFC 2026, Pedagang Kecil hingga Penginapan Panen Berlipat

JEMBER, 27 JULI 2026 – Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, kembali memberikan dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Jember. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati pusat kota untuk menyaksikan karnaval berkelas dunia tersebut.

Kehadiran para pengunjung membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima, pengusaha kuliner, penyedia jasa transportasi online, hingga pengelola hotel dan penginapan yang mengalami lonjakan okupansi.

Sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan JFC, berbagai sentra kuliner dan pusat oleh-oleh telah dipadati pembeli. Pedagang makanan dan minuman mengaku mengalami peningkatan omzet secara signifikan dibandingkan hari biasa. Begitu pula para pengemudi ojek online yang kebanjiran pesanan dari wisatawan yang memadati Jember.

Tak hanya itu, hotel, homestay, dan penginapan di sejumlah wilayah turut dipenuhi tamu dari luar kota. Kondisi ini membuktikan bahwa penyelenggaraan ajang berskala internasional seperti JFC mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa JFC tidak sekadar menjadi wadah promosi budaya dan kreativitas. Lebih dari itu, ajang ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa melalui produk-produk UMKM yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung.

"JFC membuktikan bahwa sebuah acara besar mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat. UMKM semakin berkembang, pedagang kecil memperoleh peningkatan pendapatan, jasa transportasi ramai, dan sektor perhotelan ikut merasakan manfaatnya. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa," ujar Adi Wijaya.

Ia menambahkan, DPMD terus mendorong pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu memanfaatkan momentum kegiatan berskala nasional maupun internasional sebagai sarana promosi produk unggulan desa.

Melalui kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis berbagai agenda besar akan terus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. DPMD Kabupaten Jember pun berkomitmen mendukung penguatan UMKM desa, BUMDes, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga pelosok desa. (ach)

Galeri Foto