logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Dari Apel hingga Doa Kebangsaan, Camat Patrang Ikuti Rangkaian Hari Santri 2026 di Jember

  • 23 Oktober 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
dari-apel-hingga-doa-kebangsaan-camat-patrang-ikuti-rangkaian-hari-santri-2026-di-jember-20261023

Dari Apel hingga Doa Kebangsaan, Camat Patrang Ikuti Rangkaian Hari Santri 2026 di Jember

JEMBER, 23 OKTOBER 2026 – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Jember, Kamis 22 Oktober 2026, menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, meneguhkan persatuan, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai dari apel peringatan hingga zikir, selawat, dan doa kebangsaan tersebut mengajak masyarakat untuk terus merawat kerukunan dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan santri dalam kehidupan sehari-hari.

Camat Patrang, Musyaffa, S.H.I., M.M., turut menghadiri rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Jember. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kecamatan Patrang terhadap kegiatan keagamaan yang sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Santri diawali dengan apel yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Jember. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang peran dan kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap sejarah perjuangan para santri, tetapi juga melalui penerapan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta merawat persaudaraan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berdaya.

Camat Patrang, Musyaffa, menegaskan bahwa Hari Santri hendaknya tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Hari Santri Nasional bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan para santri, melainkan juga kesempatan bagi kita semua untuk meneladani keikhlasan, kedisiplinan, akhlak, dan semangat pengabdian mereka. Nilai-nilai tersebut harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan kegiatan zikir, selawat, dan doa kebangsaan di Alun-Alun Jember pada Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam suasana khusyuk, para peserta mengikuti lantunan zikir dan selawat serta memanjatkan doa demi keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Kabupaten Jember maupun Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama bahwa semangat Hari Santri harus terus hidup melampaui seremoni. Menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama.

Peringatan tersebut turut dihadiri para camat se-Kabupaten Jember, kepala sekolah tingkat SD dan SMP, kepala perangkat daerah, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan yang memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan masyarakat.

Bagi Kecamatan Patrang, momentum Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga pada terpeliharanya kehidupan sosial yang rukun, aman, dan saling peduli.

Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Melalui kolaborasi tersebut, nilai-nilai religius, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh serta menjadi bagian dari karakter masyarakat.

Semangat yang tercermin dalam rangkaian apel hingga doa kebangsaan diharapkan terus menginspirasi masyarakat untuk mengamalkan nilai perjuangan, keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap tanah air. Dengan demikian, Hari Santri tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi penggerak bagi lahirnya tindakan nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan bangsa. (naf)

Galeri Foto