logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Dari Tradisi Ronda Sahur Menuju Panggung Seni, Musik Patrol Jember Terus Hidup dalam Karnaval Budaya

  • 11 Maret 2026
  • Dibaca 732 Kali
Bagikan Via:
dari-tradisi-ronda-sahur-menuju-panggung-seni-musik-patrol-jember-terus-hidup-dalam-karnaval-budaya-20260313

Dari Tradisi Ronda Sahur Menuju Panggung Seni, Musik Patrol Jember Terus Hidup dalam Karnaval Budaya

JEMBER, 11 MARET 2026 - Tradisi musik patrol yang dahulu identik dengan kegiatan ronda malam masyarakat kini terus berkembang menjadi bagian penting dari ekspresi seni budaya di Kabupaten Jember. Secara historis, musik patrol berakar dari kehidupan masyarakat Jember pada masa lalu.

Tradisi ini awalnya muncul dari kegiatan ronda malam yang dilakukan warga untuk menjaga keamanan lingkungan. Pada bulan Ramadan, alat musik sederhana yang dimainkan oleh para peronda kemudian digunakan untuk membangunkan warga agar bersiap melaksanakan sahur.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi tradisi yang memiliki nilai budaya dan seni. Berbagai alat musik bambu dan perkusi sederhana yang digunakan dalam ronda malam mulai dipadukan dengan aransemen musik yang lebih kreatif. Dari sinilah musik patrol kemudian bertransformasi menjadi pertunjukan seni yang kini dikenal luas oleh masyarakat Jember.

Lagu-lagu daerah diantaranya Suwar-Suwir, Tanduk Majeng, Jember Kang Jembar, Motor Koneng, Watu Ulo, Ajeruk/Ataneh, Duh Angin, Ngocol Lajengan, hingga Elmo Se Atomah diaransemen ulang dengan sentuhan khas musik patrol sehingga menghasilkan pertunjukan yang meriah dan menghibur masyarakat.

Namun dalam perkembangannya , tidak hanya membawakan lagu-lagu tradisional semata. Saat ini, para pelaku seni mampu mengaransemen berbagai jenis musik, mulai dari lagu populer, religi, hingga musik tradisional daerah, dengan menggunakan alat musik khas patrol yang didominasi instrumen bambu dan perkusi.

Kreativitas tersebut menjadikan musik patrol semakin kaya secara musikal sekaligus menunjukkan kemampuan para seniman lokal dalam mengadaptasi berbagai genre musik tanpa meninggalkan karakter khas kesenian patrol yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Jember.

Melalui penyelenggaraan karnaval musik patrol secara rutin, diharapkan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jember tersebut dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi identitas budaya daerah yang membanggakan.

Disporabudpar Jember juga mendorong agar kesenian tradisional seperti musik patrol dapat terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik budaya di daerah.

“Melalui kegiatan seperti karnaval musik patrol ini, kami ingin memastikan bahwa tradisi yang lahir dari masyarakat tetap hidup dan berkembang,” ujar Herlambang, Pamong Budaya Ahli Pertama di Bidang Kebudayaan Disporabudpar Jember, Rabu, 11 Maret 2026.

"Musik patrol bukan hanya bagian dari sejarah budaya Jember, tetapi juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai atraksi budaya yang dapat dinikmati masyarakat luas," imbuhnya, memungkasi. (ram)

Galeri Foto