Debit Air Menurun Saat Kemarau, BPBD Jember Cek Ketersediaan Air di Ponpes Miftahul Ulum Kalisat
- 15 September 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Debit Air Menurun Saat Kemarau, BPBD Jember Cek Ketersediaan Air di Ponpes Miftahul Ulum Kalisat
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 โ Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Jember. Pengasuh pondok melaporkan adanya penurunan debit air yang dikhawatirkan mengganggu kebutuhan sehari-hari para santri.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen langsung ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum pada Selasa 15 September 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi sumber air sekaligus mengetahui apakah diperlukan bantuan distribusi air bersih.
Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di lingkungan pondok sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pengasuh pondok selaku pelapor serta perangkat Desa Glagahwero sebelum melakukan pemeriksaan di wilayah terdampak.
Asesmen dilakukan dengan mengecek sejumlah fasilitas dan sumber air yang digunakan di lingkungan pesantren, mulai dari sumur, kamar mandi hingga kran air. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan air yang digunakan para santri.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa meskipun terdapat laporan penurunan debit akibat musim kemarau, ketersediaan air di lingkungan pondok masih lancar. Setidaknya terdapat tiga sumber air yang masih dapat digunakan, yakni sumur gali, sumber mata air dan sumur bor.
Ketiga sumber tersebut masih mampu mendukung kebutuhan para santri. Berdasarkan hasil asesmen, para penghuni pondok masih dapat menggunakan air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga konsumsi air minum.
Hady Mulyono, S.T., Pejabat Fungsional Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, mengatakan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kondisi sumber air masih mencukupi sehingga belum diperlukan penanganan berupa distribusi air bersih.
โDari hasil pengecekan, sumber air yang digunakan di pondok masih tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan para santri. Untuk saat ini kondisi masih aman sehingga belum diperlukan dropping air bersih,โ ujar Hady.
Meski demikian, keberadaan tiga sumber air tersebut tetap perlu diperhatikan selama musim kemarau berlangsung. Penurunan debit air yang mulai dirasakan menjadi indikasi bahwa perubahan kondisi sumber air perlu dipantau agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
BPBD Jember melalui asesmen tersebut juga memastikan kebutuhan dasar para santri tetap dapat terpenuhi. Pemeriksaan langsung menjadi langkah penting untuk menentukan bentuk penanganan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan awal.
Dengan masih tersedianya sumur gali, sumber mata air dan sumur bor, kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Miftahul Ulum untuk sementara masih dapat dipenuhi secara mandiri. Tidak ada rekomendasi khusus maupun kendala yang ditemukan dalam kegiatan tersebut.
Asesmen melibatkan BPBD Kabupaten Jember, staf Desa Glagahwero dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Kegiatan berlangsung aman dan selesai setelah petugas melakukan pengecekan serta dokumentasi kondisi sumber air.
BPBD Jember tetap mendorong pemantauan kondisi sumber air selama musim kemarau. Jika debit air terus menurun hingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan para santri, langkah penanganan lebih lanjut dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan. (bob)