Debit Sungai Meluap, Jembatan Cempaka Ambruk dan Puluhan Warga Desa Pakis Panti Mengungsi
- 09 Februari 2026
- Dibaca 446 Kali
Bagikan Via:
Debit Sungai Meluap, Jembatan Cempaka Ambruk dan Puluhan Warga Desa Pakis Panti Mengungsi
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Jember akibat meningkatnya debit air sungai pada Jumat, 6 Februari 2026. Kejadian ini terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Panti, setelah Sungai Badean dan Sungai Cempaka mengalami kenaikan debit air secara signifikan sejak sore hari. Informasi awal diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada pukul 16.00 WIB, sementara laporan perkembangan kondisi terkini disampaikan pada pukul 20.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan yang mengguyur kawasan hulu sungai sehingga menyebabkan aliran air menjadi deras dan meluap ke wilayah permukiman warga.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan debit air disertai arus deras, berwarna coklat, dan berlumpur mengakibatkan sejumlah dampak serius. Salah satu dampak utama adalah ambruknya Jembatan Cempaka yang menjadi akses vital warga Desa Pakis. Selain itu, sebanyak 10 rumah warga di Dusun Cempaka RT 03 RW 06 mengalami gangguan aktivitas akibat terputusnya jembatan tersebut. Tidak hanya itu, sekitar 30 kepala keluarga di Dusun Pertelon RT 07 RW 02 terpaksa mengungsi demi keselamatan karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk tetap ditempati.
BPBD Kabupaten Jember mencatat bahwa kondisi banjir mulai menunjukkan penurunan pada sore hingga malam hari. Pada pukul 18.00 WIB, debit air Sungai Badean dan Sungai Cempaka dilaporkan mulai berangsur surut meskipun arus air masih tergolong deras. Hingga pukul 20.00 WIB, tidak terpantau adanya kenaikan debit air lanjutan, dan situasi dinyatakan dalam kondisi aman terkendali atau amandali. Namun demikian, cuaca di wilayah tersebut masih didominasi hujan ringan hingga sedang, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Dalam penanganan kejadian ini, warga terdampak yang mengungsi sementara ditempatkan di Polindes Desa Pakis, masjid, serta rumah kerabat terdekat. Meski Jembatan Cempaka putus dan menyebabkan sebagian wilayah Dusun Cempaka terisolasi, masih tersedia jalur alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Kondisi penerangan sempat terganggu akibat padamnya aliran listrik, namun secara umum situasi pada pukul 20.30 WIB terpantau kondusif. BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Sejumlah unsur terlibat aktif dalam penanganan banjir ini, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Camat Panti, Polsek dan Koramil setempat, Tagana, Muspika Panti, serta Pemerintah Desa Pakis. Personel TRC BPBD Kabupaten Jember diterjunkan untuk melakukan monitoring, koordinasi lintas sektor, serta memastikan keselamatan warga. BPBD juga merekomendasikan agar pemantauan intensif terus dilakukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Selain itu, Dinas Sosial diharapkan segera menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi, serta Dinas Kesehatan diminta memberikan layanan kesehatan di Polindes maupun balai desa untuk memastikan kondisi warga tetap terjaga.