Dekatkan Akses Layanan Kesehatan, Puskesmas Ledokombo Gelar Homecare bagi Bayi Stunting dan Ibu Disabilitas di Karangpaiton
- 02 November 2026
- Dibaca 174 Kali
Bagikan Via:
Dekatkan Akses Layanan Kesehatan, Puskesmas Ledokombo Gelar Homecare bagi Bayi Stunting dan Ibu Disabilitas di Karangpaiton
JEMBER, 02 NOVEMBER 2026 – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terus dilakukan Puskesmas Ledokombo melalui program layanan Homecare atau pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar bayi yang mengalami stunting serta ibu-ibu penyandang tuli di Desa Karangpaiton, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pelayanan kesehatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan, pemerataan akses, serta kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui layanan Homecare, tenaga kesehatan tidak hanya memberikan pemeriksaan secara langsung, tetapi juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan, memberikan edukasi, serta mengidentifikasi kebutuhan pelayanan lanjutan bagi masyarakat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ledokombo yang diwakili Sekretaris Kecamatan Ledokombo, Heri Luknan Hakim, S.Pd., Kepala Puskesmas Ledokombo, dr. Andy Maulana Ardiansyah, Kepala Desa Karangpaiton, Pipit Aris Sudarmono, S.Sos., perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, serta Tim Homecare Puskesmas Ledokombo.
Dalam kegiatan tersebut, perhatian khusus diberikan kepada bayi yang mengalami stunting. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui pemantauan kondisi secara berkala, sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan perawatan anak.
Penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui intervensi medis, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pola asuh, kecukupan asupan nutrisi, kondisi lingkungan, serta pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini. Oleh karena itu, keterlibatan tenaga kesehatan dan dukungan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan berjalan secara berkesinambungan.
Selain menyasar bayi stunting, layanan Homecare ini juga memberikan perhatian kepada ibu-ibu penyandang tunarungu. Kelompok tersebut memerlukan pendekatan pelayanan yang lebih inklusif agar hambatan komunikasi tidak menjadi penghalang dalam memperoleh hak atas pelayanan kesehatan.
Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat mempermudah penyampaian informasi kesehatan, mengenali kebutuhan masing-masing penerima layanan, serta memastikan kelompok penyandang disabilitas mendapatkan perhatian dan kesempatan yang setara dalam mengakses fasilitas kesehatan.
Sekretaris Kecamatan Ledokombo, Heri Luknan Hakim, S.Pd., yang hadir mewakili Camat Ledokombo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Homecare yang dilaksanakan oleh Puskesmas Ledokombo. Menurutnya, pelayanan kesehatan dengan mendatangi langsung masyarakat merupakan langkah nyata dalam mendekatkan akses pelayanan publik, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian lebih.
“Pemerintah Kecamatan Ledokombo sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pelayanan kesehatan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama bayi dengan kondisi stunting dan warga penyandang disabilitas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi seluruh pihak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ledokombo, dr. Andy Maulana Ardiansyah, menegaskan bahwa layanan Homecare merupakan bagian dari komitmen Puskesmas dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan berbasis kunjungan langsung memungkinkan tenaga kesehatan mengetahui kondisi masyarakat secara lebih nyata, sehingga kebutuhan penanganan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing penerima layanan.
“Melalui layanan Homecare, kami berupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tetap memperoleh pelayanan kesehatan. Penanganan bayi stunting memerlukan pemantauan dan pendampingan secara berkesinambungan, sementara bagi penyandang tunarungu, pelayanan harus dilakukan dengan pendekatan yang memperhatikan kebutuhan komunikasi mereka. Harapannya, tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Karangpaiton, Pipit Aris Sudarmono, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Ia menilai kehadiran tim kesehatan secara langsung sangat membantu masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau pelayanan kesehatan.
Pemerintah Desa Karangpaiton, lanjutnya, siap mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui koordinasi dan kerja sama dengan Puskesmas serta pemerintah kecamatan. Pendataan warga yang membutuhkan perhatian khusus juga menjadi salah satu aspek penting agar intervensi kesehatan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan perwakilan Disporabudpar Kabupaten Jember sebagai bagian dari unsur yang hadir dalam kegiatan lintas sektor. Kolaborasi antarpihak tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi dalam mendukung pelayanan masyarakat yang inklusif dan menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Lebih dari sekadar kunjungan pelayanan kesehatan, program Homecare ini menjadi gambaran bahwa pembangunan sektor kesehatan harus dilaksanakan dengan pendekatan yang menyeluruh. Kelompok rentan, termasuk anak dengan masalah gizi dan penyandang disabilitas, membutuhkan pelayanan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah dijangkau, berkesinambungan, dan memperhatikan kondisi mereka. (yus)