Delapan Sumur Warga Mengering, 110 KK di Bintoro Jember Krisis Air Bersih
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Delapan Sumur Warga Mengering, 110 KK di Bintoro Jember Krisis Air Bersih
JEMBER, 24 Oktober 2026— Kekeringan mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga di Jalan Kepodang, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak delapan dari 10 sumur warga dilaporkan mengering sehingga sekitar 110 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen menindaklanjuti laporan warga melalui Wadul Gus’e pada Jumat, 23 Oktober 2026.
TRC BPBD Jember melakukan pemeriksaan di wilayah RW 001 dan RW 014, Jalan Kepodang, Kelurahan Bintoro, sekitar pukul 09.00 WIB. Asesmen dilakukan bersama perangkat RT/RW setempat dan warga.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Zaenudin, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan terjadi penurunan volume air sumur dalam sekitar satu bulan terakhir.
“Dari 10 sumur yang kami cek, sebanyak delapan sumur mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Zaenudin berdasarkan hasil asesmen di lokasi.
Menurut dia, warga selama ini sebagian besar mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih. Namun, ketika persediaan air sumur menurun, warga harus mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh.
Sumber air terdekat berupa sungai berjarak sekitar 100 meter dari permukiman. Namun, kondisi sungai tersebut juga tidak sepenuhnya dapat diandalkan karena debit airnya ikut mengalami penyusutan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari sungai, menumpang mengambil air di sumur milik kerabat yang berada di kelurahan lain, serta membeli air isi ulang.
BPBD menilai kondisi tersebut menunjukkan warga di wilayah Jalan Kepodang mulai mengalami kekurangan air bersih akibat kombinasi penurunan volume air sumur dan menyusutnya debit sungai sebagai sumber alternatif.
“Dengan kondisi delapan dari 10 sumur mengalami kekeringan, diperlukan penanganan berupa pendistribusian air bersih agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Zaenudin.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan pengiriman dua tandon serta distribusi air bersih sebanyak 2.500 liter ke lokasi terdampak.
Hasil asesmen tersebut juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk penanganan lebih lanjut. BPBD bersama perangkat RT/RW akan terus melakukan koordinasi terkait kebutuhan warga.
Zaenudin mengatakan asesmen dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menjadi dasar penentuan langkah penanganan. Tim juga melakukan pengecekan sumber air warga, dokumentasi, dan koordinasi dengan masyarakat setempat.
Hingga asesmen selesai sekitar pukul 11.00 WIB, tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Penanganan selanjutnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi sekitar 110 KK yang terdampak.(tgh)