Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Dinkes PPKB Jember Perkuat Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting melalui Kolaborasi INEY Fase II
- 08 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Perkuat Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting melalui Kolaborasi INEY Fase II
JEMBER, 8 JULI 2026 – Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Advokasi Lintas Sektor Penguatan Intervensi Stunting dalam rangka Kolaborasi Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II untuk mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten Jember Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Fortuna Grande.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, hingga mitra pembangunan. Advokasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengoptimalkan pelaksanaan intervensi spesifik dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember.Penelaah Teknis Kebijakan sekaligus penanggung jawab Program Gizi pada Seksi Kesehatan Gizi Masyarakat (KGM) Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Farida Hary Anggraini, S.ST., menyampaikan bahwa Program INEY Fase II menjadi salah satu upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting."Melalui Program INEY Fase II, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting. Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan layanan kesehatan, tetapi juga mencakup peningkatan gizi ibu dan anak, kesehatan remaja, sanitasi, serta penguatan peran masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak," ujar Farida.Beliau menambahkan, advokasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh intervensi berjalan secara terpadu, berkesinambungan, dan berbasis data."Advokasi lintas sektor ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh intervensi berjalan secara terpadu, berkesinambungan, dan berbasis data," tambahnya.Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang, Sri Winarni, S.Pd., M.Kes., menjelaskan bahwa keterlibatan Poltekkes Kemenkes Malang merupakan bagian dari penugasan Kementerian Kesehatan kepada seluruh Poltekkes di Indonesia untuk mendukung percepatan penurunan stunting di daerah prioritas."Salah satu kegiatan Poltekkes Kemenkes Malang dari pusat Kementerian Kesehatan adalah meminta setiap Poltekkes di Indonesia membantu percepatan penurunan stunting. Poltekkes Malang mendapat dua sasaran wilayah, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember yang menjadi prioritas karena angka stunting dan angka kematian ibu masih cukup tinggi," ujar Sri Winarni.Beliau menjelaskan bahwa peran perguruan tinggi bukan mengambil alih program yang telah berjalan, melainkan mendampingi pemerintah daerah agar berbagai intervensi yang dilakukan semakin efektif dan tepat sasaran."Dengan kegiatan ini, kami berbagi tugas untuk bagaimana melayani, mendampingi, dan menerjemahkan apa yang harus dilakukan. Ada sepuluh indikator yang berkaitan dengan stunting, mulai dari balita, ibu hamil, remaja, hingga kesehatan lingkungan yang harus dijaga. Harapannya, Poltekkes Malang mendampingi program yang sudah ada di masing-masing wilayah sehingga target percepatan penurunan stunting dapat tercapai," katanya.Sri Winarni menambahkan bahwa pendampingan juga dilakukan melalui kajian ilmiah dan penelitian sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat."Kalau di dalam program tersebut ada hal-hal yang perlu diperbaiki, di situlah kami mendampingi. Tugas perguruan tinggi salah satunya adalah melakukan penelitian kepada masyarakat. Jika ada kejanggalan yang memang perlu dibantu, sekaligus kami melakukan kajian sehingga dapat menghasilkan rekomendasi maupun produk kebijakan, terutama bagi pemerintah daerah dalam mencegah stunting ini," jelasnya.Melalui kolaborasi yang terjalin dalam Program INEY Fase II, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember berharap konvergensi percepatan penurunan stunting dapat semakin kuat dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor yang berkesinambungan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas intervensi, memperkuat kualitas layanan kepada sasaran, serta mewujudkan generasi Jember yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (ken)