logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Dinsos PPPA Jember Pelajari Keberhasilan Puspaga Kota Batu untuk Perkuat Layanan Keluarga dan Perlindungan Anak

  • 08 Juni 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
dinsos-pppa-jember-pelajari-keberhasilan-puspaga-kota-batu-untuk-perkuat-layanan-keluarga-dan-perlindungan-anak-20260609

Dinsos PPPA Jember Pelajari Keberhasilan Puspaga Kota Batu untuk Perkuat Layanan Keluarga dan Perlindungan Anak

JEMBER, 08 JUNI 2026 – Upaya memperkuat layanan perlindungan anak dan ketahanan keluarga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang digelar di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Senin 08 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kota Batu yang dinilai berhasil mengembangkan layanan Puspaga secara optimal.

Kasi Bidang PPPA DP3AP2KB Kota Batu, Ambar Puspita Ningrum, S.Sos., M.M., memaparkan berbagai strategi dan inovasi yang telah diterapkan Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan layanan Puspaga. Menurutnya, perjalanan membangun layanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Pada tahap awal, berbagai kendala dan tantangan kerap ditemui di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi Puspaga.

Meski demikian, komitmen kuat Pemerintah Kota Batu dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan program tersebut. Berbagai inovasi kemudian lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Simosari atau Sinau Moco Sampai Mari. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang belum memperoleh hak pendidikan secara maksimal, khususnya mereka yang belum mampu membaca dan menulis pada usia yang seharusnya. Melalui pendampingan intensif, anak-anak mendapatkan bimbingan belajar hingga benar-benar menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis.

“Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan mahasiswa magang yang telah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke masyarakat. Mereka membantu memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak yang membutuhkan,” ujar Ambar saat menyampaikan materi.

Selain Simosari, Kota Batu juga memiliki program Sila Saling Jaga atau Sistem Layanan Sosial Sadar Lingkungan Mental Terjaga yang berfokus pada penguatan lingkungan sosial dan kesehatan mental masyarakat. Program lainnya adalah layanan penjangkauan yang bertujuan menangani berbagai kasus anak secara langsung di lapangan agar dapat memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.

Untuk memperkuat respons terhadap berbagai persoalan anak, Pemerintah Kota Batu juga membentuk Satuan Tugas Penanganan Anak. Keberadaan satgas tersebut memungkinkan setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sri Rahayu Wilujeng, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya atas berbagai pengalaman dan praktik baik yang dibagikan oleh DP3AP2KB Kota Batu. Menurutnya, materi yang disampaikan menjadi referensi penting dalam proses pembentukan dan pengembangan layanan Puspaga di Kabupaten Jember.

“Melalui sharing pengalaman dari Kota Batu ini, kami akan melakukan evaluasi dan perumusan program yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Jember. Harapannya, layanan Puspaga di Jember nantinya dapat berjalan optimal dalam mendukung ketahanan keluarga dan perlindungan anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat mempercepat pembentukan Puspaga yang efektif, adaptif, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi keluarga serta anak-anak di Kabupaten Jember. (wln)

Galeri Foto