logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Diskopumdag Jember Lihat Batik Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Potensi Ekonomi

  • 05 Oktober 2026
  • Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
diskopumdag-jember-lihat-batik-bukan-sekadar-warisan-budaya-tapi-potensi-ekonomi-20261006

Diskopumdag Jember Lihat Batik Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Potensi Ekonomi

JEMBER, 05 OKTOBER 2026 – Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat usaha lokal. Perspektif itu mengemuka dalam Batik Culture Festival di Jember Nusantara–JCC (Jember Creative Center), Minggu 04 Oktober 2026, yang turut dihadiri Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember.

Batik Culture Festival digelar DPC Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Batik Rolla Jember dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik. Para peserta dan tamu undangan turut memeriahkan acara dengan mengenakan busana batik.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba peragaan busana batik yang diikuti peserta dari berbagai jenjang usia. Peserta berasal dari kalangan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga remaja.

Mereka tampil mengenakan beragam busana batik dengan gaya dan kreativitas masing-masing. Kehadiran peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja tidak hanya menambah semarak festival, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan batik kepada generasi muda sejak usia dini.

Dari sisi pengembangan ekonomi daerah, pengenalan batik kepada masyarakat juga memiliki arti penting. Semakin luas masyarakat mengenal dan menggunakan batik lokal, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku usaha dan perajin untuk mengembangkan produknya.

Diskopumdag Kabupaten Jember turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran instansi tersebut diwakili oleh Nurul Fajariyah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat batik sekaligus potensi ekonomi kreatif daerah.

Staf Diskopumdag Jember, Nurul Fajariyah, mengatakan kegiatan seperti Batik Culture Festival dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik, termasuk batik lokal Jember.

“ Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk mengenalkan dan mengapresiasi batik, termasuk batik lokal Jember. Semoga semakin banyak generasi muda yang bangga menggunakan batik,” ujar Nurul.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang berkaitan dengan batik menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya tersebut. Ketika batik semakin dikenal dan digunakan oleh generasi muda, keberadaannya tidak hanya terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga berpeluang terus berkembang sebagai produk ekonomi kreatif.

Bagi pelaku usaha dan perajin lokal, kondisi tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan produk, membangun pasar, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk batik yang sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat.

Batik Culture Festival pun menjadi salah satu contoh bahwa upaya pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Batik tidak berhenti sebagai simbol budaya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember.

Melalui kegiatan semacam ini, dukungan terhadap batik lokal diharapkan tidak hanya muncul pada momentum Hari Batik Nasional. Lebih dari itu, kecintaan masyarakat terhadap batik dapat berkembang menjadi gerakan untuk menggunakan, mengenalkan, dan ikut menguatkan keberlangsungan usaha para perajin serta pelaku UMKM batik di daerah. (adh)

Galeri Foto