Distribusi Air Bersih Keempat Kalinya, Warga Dusun Bunder Bertahan di Tengah Kepungan Kekeringan
- 08 Juli 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Air Bersih Keempat Kalinya, Warga Dusun Bunder Bertahan di Tengah Kepungan Kekeringan
JEMBER, 08 JULI 2026 – Deretan jeriken, ember, dan tandon kembali memenuhi sudut Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Rabu, 08 Juli 2026. Di bawah terik matahari musim kemarau, warga rela mengantre demi mendapatkan pasokan air bersih yang didistribusikan BPBD Kabupaten Jember bersama PMI. Bantuan ini menjadi distribusi air bersih yang keempat kalinya sejak wilayah tersebut dilanda kekeringan.
Kondisi itu menggambarkan bahwa krisis air bersih di Dusun Bunder belum juga berakhir. Sebanyak 125 kepala keluarga yang tersebar di RT 02 RW 13 dan RT 03 RW 13 masih bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum hingga mandi.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, kekeringan dipicu menurunnya debit sumur milik warga. Sebagian sumur bahkan mengeluarkan air keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan. Ironisnya, sumur bor yang berada sekitar 600 meter dari permukiman belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia sambungan listrik dan jaringan pipa.
Sejak pagi, kendaraan pengangkut air milik PMI bersama personel BPBD tiba di lokasi untuk mengisi empat tandon yang telah disiapkan warga. Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama beberapa hari ke depan. Aparat RT, RW, dan perangkat Desa Sumberpinang turut mengatur antrean warga sehingga proses pembagian berlangsung tertib dan kondusif.
Ketua RT 02 RW 13, Junaidi, mengatakan bantuan tersebut menjadi harapan utama masyarakat di tengah kemarau yang terus berlangsung. Menurutnya, warga sangat bersyukur karena BPBD dan PMI kembali hadir membantu saat sebagian besar sumber air tidak lagi bisa dimanfaatkan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD, PMI, dan semua pihak yang terus memperhatikan kondisi warga. Bantuan ini sangat berarti karena kebutuhan air menjadi persoalan utama setiap hari," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 03 RW 13, Imsiana. Ia mengungkapkan kekompakan perangkat desa dan masyarakat menjadi kunci agar distribusi air berjalan lancar. Warga secara bergantian membawa wadah air dan saling membantu selama proses pembagian berlangsung.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, Shofi Diaulhaq, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 serta permohonan dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
"Distribusi ini merupakan respons cepat BPBD bersama PMI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Selama kondisi kekeringan masih berlangsung, penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, sesuai hasil asesmen di lapangan," katanya.
BPBD Jember berharap percepatan pemanfaatan sumur bor yang telah tersedia dapat segera direalisasikan sehingga ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih dapat berkurang. Hingga kegiatan berakhir pukul 13.00 WIB, seluruh proses distribusi berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan antusias dari warga yang berharap hujan segera kembali turun mengakhiri krisis air bersih di Dusun Bunder. (tgh)