logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

DPMPTSP Jember Bersama UNAIR Gelar FGD Kajian Potensi/Peluang Investasi Sektor Pariwisata dan Komoditas

  • 23 Juni 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
dpmptsp-jember-bersama-unair-gelar-fgd-kajian-potensipeluang-investasi-sektor-pariwisata-dan-komoditas-20260623

DPMPTSP Jember Bersama UNAIR Gelar FGD Kajian Potensi/Peluang Investasi Sektor Pariwisata dan Komoditas

JEMBER, 23 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama UNAIR menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Potensi/Peluang Investasi Sektor Pariwisata serta Sektor Komoditas Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyiapan strategi promosi penanaman modal Tahun 2026 melalui penyusunan dokumen peluang investasi daerah yang bertujuan memperkuat data investasi Daerah menuju iklim daya saing investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

FGD yang dihadiri sejumlah perangkat daerah teknis dan BUMD Jember membahas hasil kajian yang disusun oleh Tim Peneliti Universitas Airlangga Surabaya. Kajian difokuskan pada identifikasi peluang investasi, penyiapan aspek hukum, administrasi, kelembagaan, teknis, hingga aspek pasar untuk memastikan seluruh proyek investasi berada dalam kondisi clean and clear sebelum ditawarkan kepada calon investor.

Dalam pemaparannya, tim kajian menyebut Kabupaten Jember memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi kawasan SEKARKIJANG serta didukung potensi sumber daya alam, sektor pertanian, industri pengolahan, dan pariwisata yang terus berkembang.

Hasil awal kajian menunjukkan sektor pariwisata Jember memiliki prospek investasi yang menjanjikan. Tercatat terdapat 14 destinasi pantai dan teluk, 10 air terjun, 6 lokasi agro dan eduwisata, serta sejumlah kawasan wisata petualangan dan wisata alam yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru daerah.

Beberapa destinasi yang dinilai memiliki tingkat kesiapan investasi tinggi antara lain Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, Rembangan, Kebun Kali Jompo, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Pancer-Cemara Sewu, Pantai Cemara, PPG Garahan, Gunung Gambir, dan Air Terjun Manggisan. Destinasi tersebut memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, fasilitas pendukung, daya tarik wisata, serta peluang pengembangan usaha yang kompetitif.

Namun demikian, forum juga mengidentifikasi sejumlah tantangan mendasar yang perlu segera diselesaikan guna mendukung percepatan investasi di Kabupaten Jember. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah belum tersedianya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen turunan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

A.A. Wijaya, Analis Kebijakan Ahli Muda Substansi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Jember, menyampaikan bahwa meskipun Jember memiliki potensi investasi yang besar, masih terdapat pekerjaan rumah mendasar yang harus menjadi perhatian bersama.

“Meski memiliki potensi investasi yang besar, FGD mencatat adanya pekerjaan rumah mendasar yang harus segera diselesaikan Pemerintah Kabupaten Jember, yakni belum tersedianya RDTR sebagai instrumen turunan RTRW. Ketiadaan dokumen tersebut menyebabkan sejumlah peluang investasi belum memiliki pijakan tata ruang yang kuat sebagai dasar legalitas dan kepastian bagi investor. Kami sepakat dgn masukan para peserta FGD yang menilai bahwa percepatan penyelesaian RTRW dan RDTR menjadi kebutuhan mendesak, akan tetapi dokumen potensi daerah juga dibutuhkan sebagai pijakan data agar investasi daerah meski terkendala aspek regulasi dan kepastian pemanfaatan ruang tapi dapat menyajikan data potensi daerah secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, kajian juga menyoroti potensi komoditas daerah seperti kopi robusta dan tembakau yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Kabupaten Jember. Pengembangan hilirisasi dan agroindustri berbasis komoditas unggulan dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang investasi baru.

Melalui kajian yang komprehensif dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis mampu menghadirkan proyek-proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

FGD ini diharapkan menghasilkan masukan konstruktif dan penyiapan data komparatif dari seluruh perangkat daerah maupun BUMD PDP Kahyangan guna menyempurnakan dokumen Kajian Awal penyiapan Potensi/Peluang Investasi Kabupaten Jember yang nantinya akan menjadi dasar tahap lanjutan yakni Kajian Pra-Fisibilitas Studi untuk Dokumen Peluang Investasi per-proyek, dan Kajian Fisibilitas Studi untuk proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) dan strategi promosi investasi daerah ke depan.

Galeri Foto