logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

DPUPR Jember Lakukan Pengujian Laboratorium untuk Menjaga Kualitas Peningkatan Jalan Terminal–SMPN 1 Balung

  • 28 Oktober 2026
  • Dibaca 56 Kali
Bagikan Via:
dpupr-jember-lakukan-pengujian-laboratorium-untuk-menjaga-kualitas-peningkatan-jalan-terminal-smpn-1-balung-20261029

DPUPR Jember Lakukan Pengujian Laboratorium untuk Menjaga Kualitas Peningkatan Jalan Terminal–SMPN 1 Balung

JEMBER, 28 OKTOBER 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Laboratorium Konstruksi melakukan serangkaian pengujian material pada kegiatan peningkatan Jalan Terminal–SMPN 1 Balung, yang berlokasi di Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Selasa 27 Oktober 2026. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas campuran aspal panas serta memastikan pelaksanaan pekerjaan jalan sesuai dengan spesifikasi teknis tahun 2025.

Koordinator Laboratorium Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jember, Gede Aryasa, S.T., menjelaskan bahwa pengujian material merupakan bagian penting dalam pengendalian mutu pekerjaan konstruksi. Menurutnya, kualitas konstruksi tidak cukup dinilai hanya berdasarkan tampilan visual, tetapi perlu dibuktikan melalui pengujian teknis di laboratorium.

“Kekuatan sebuah konstruksi bukan hanya dilihat dari mata, tetapi kekuatan sebuah konstruksi harus diuji. Itulah motto dari Laboratorium Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jember,” ungkap Gede Aryasa.

Dalam kegiatan tersebut, tim Laboratorium Konstruksi bersama Bidang Jalan, konsultan pengawas dan Koordinator Wilayah Bina Marga Balung melaksanakan beberapa jenis pengujian terhadap material yang digunakan dalam pekerjaan peningkatan jalan. Salah satunya adalah paper test, yaitu pengujian untuk mengetahui jumlah lapis perekat atau tack coat yang diaplikasikan pada permukaan jalan.

Gede menjelaskan, pengujian paper test dilakukan dengan menimbang kertas uji dalam kondisi kering sebelum digunakan, kemudian menimbangnya kembali setelah dilapisi tack coat. Selisih berat tersebut menjadi dasar untuk menghitung jumlah lapis perekat yang digunakan per satuan luas. Melalui pengujian ini, penggunaan tack coat di lapangan dapat diketahui dan dievaluasi berdasarkan kebutuhan teknis pekerjaan.

Selain itu, tim juga mengambil sampel aspal gembur untuk dibawa ke laboratorium. Sampel tersebut akan diuji untuk mengetahui kadar aspal dan gradasi aggregate yang terkandung dalam campuran, apakah sudah sesuai dengan JMF (Job Mix Formula) atau tidak.

Pengujian berikutnya dilakukan dengan membuat briket atau benda uji dari campuran aspal. Benda uji tersebut digunakan untuk mengetahui kepadatan campuran di laboratorium. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan kepadatan yang dicapai dalam pelaksanaan di lapangan, termasuk dengan hasil trial atau percobaan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Jadi, kita akan melihat apakah hasil trial yang dulu sama dengan yang diaplikasikan sekarang di lapangan,” jelasnya.

Rangkaian pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian mutu agar pekerjaan peningkatan jalan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas material dan kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis.

Gede menambahkan, pengujian material menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur. Ke depan, Laboratorium Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jember juga akan meningkatkan pelaksanaan pengujian pada berbagai jenis pekerjaan, termasuk pengujian beton,tanah dan material konstruksi lainnya.

Melalui pengawasan dan pengujian yang terukur, DPUPR Kabupaten Jember terus mendorong pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang memenuhi persyaratan teknis, sehingga hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas di wilayah Kabupaten Jember. (and)

Galeri Foto