Fatayat NU Dorong Desa Pancasila
- 16 Agustus 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Fatayat NU Dorong Desa Pancasila
JEMBER, 15 Agustus 2026 — Upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif bertema “Kolaborasi Lintas Sektor Mengukuhkan Desa Pancasila Kabupaten Jember” yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong di Pendopo Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus dan kader Fatayat NU se-Cabang Kencong, perangkat desa, tokoh lintas agama, serta tokoh masyarakat setempat. Dialog menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember turut hadir sebagai salah satu narasumber. Petugas Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Sosbudagormas), Desi Herawati , S.Kom., M.M., hadir mewakili Kepala Bakesbangpol dan Kepala Bidang terkait.
Panel narasumber dalam dialog tersebut menghadirkan unsur PW NU Jawa Timur, Bakesbangpol Kabupaten Jember, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Wadul Guse, serta tokoh agama Hindu dan Katolik. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan Desa Pancasila membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun organisasi.
Dalam sambutannya mewakili Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Desi menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PC Fatayat NU Kencong yang telah menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengamalan Pancasila.
Menurutnya, pengokohan Desa Pancasila tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial maupun wacana. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, gotong royong, menjaga persatuan, serta membangun kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
“Penguatan Desa Pancasila membutuhkan kolaborasi nyata dari semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, masyarakat, hingga pemanfaatan media sosial secara positif,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Dialog juga menekankan pentingnya mengubah semangat kebangsaan menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput. Desa dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi ruang terdekat bagi masyarakat dalam menerapkan nilai persatuan, toleransi, musyawarah, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menjadikan Desa Pancasila bukan sekadar sebuah label, melainkan gambaran nyata kehidupan masyarakat yang damai, rukun, toleran, dan menjunjung tinggi persatuan.
Melalui forum tersebut, para peserta juga didorong untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Organisasi keagamaan, pemerintah desa, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan Dialog Interaktif “Desa Pancasila” berlangsung lancar, aman, dan kondusif. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi serta penguatan silaturahmi antarunsur yang terlibat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret membangun kolaborasi masyarakat dalam mewujudkan Jember yang semakin rukun, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dari tingkat desa.(but)