logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Gumukmas

GUMUKMAS FASHION CARNAVAL (GFC) KE-6 MELEDAK, PEMDES GUMUKMAS TAMPILKAN CERITA TRAGEDI CAROK DI BUMI ANYAR BANGKALAN MADURA

  • 25 September 2025
  • Dibaca 547 Kali
Bagikan Via:
gumukmas-fashion-carnaval-gfc-ke-6-meledak-pemdes-gumukmas-tampilkan-cerita-tragedi-carok-di-bumi-anyar-bangkalan-madura-20250925

GUMUKMAS FASHION CARNAVAL (GFC) KE-6 MELEDAK, PEMDES GUMUKMAS TAMPILKAN CERITA TRAGEDI CAROK DI BUMI ANYAR BANGKALAN MADURA

PPID_Gumukmas - Memasuki tahun ke 6 gelaran tahunan Gumukmas Fashion Carnaval (GFC) yang semakin melejit, dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 kali ini angkat tema Gema Kreasi Budaya Nusantara. Rabu (24 September 2025)

Dalam GFC ini para peserta yang ikut tidak hanya dari wilayah Kecamatan Gumukmas saja, namun ada juga dari Kecamatan lain yang ikut serta dalam even tahunan tersebut. Berbagai kreasi ditampilkan oleh masing-masing peserta GFC Ke-6, mulai dari barongsai, kesenian reog dan juga daul dari pulau Madura juga hadir semarakkan kegiatan tahunan tersebut.

Pemerintah Desa Gumukmas sebagai regu kehormatan, dalam GFC ke-6 kali ini mengangkat cerita tentang Tragedi Carok di Bumi Anyar Bangkalan Madura. Cerita ini diambil dari kisah Matanjar Madura merujuk pada peristiwa tragedi carok di Bumi Anyar, Bangkalan pada 12 Januari 2024, di mana Matanjar menjadi salah satu korban yang tewas dalam duel carok melawan Hasan Busri dan Wardi. Tragedi ini bermula dari rasa tersinggung Hasan Busri yang merasa dihina oleh Matanjar dan kelompoknya, yang akhirnya memicu duel carok yang mematikan.

Kisah Matanjar adalah kisah tragis tentang seorang individu, yang menjadi korban dalam sebuah peristiwa carok yang disebabkan oleh konflik personal, yang merupakan bagian dari budaya dan fenomena sosial yang kompleks di Madura. Dalam kisah Matanjar ini dapat disimpulkan bahwa, meskipun penyebab spesifiknya adalah rasa tersinggung akibat hinaan, ini bisa menunjukkan bagaimana persoalan kecil bisa memicu konflik besar di Madura. 

Kegiatan GFC yang diketuai Muhamad Subur ini mengangkat Tema Kreasi Budaya Nusantara. Tema ini merupakan bentuk perwujudan dan pelestarian kekayaan ragam budaya Indonesia melalui karya seni, seperti tarian, musik, dan busana adat. Tema ini bertujuan untuk menciptakan "gema" atau gaung yang menunjukkan keberagaman dan keindahan budaya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dengan menggabungkan unsur-unsur seni dan tradisi dari Sabang sampai Merauke. 

Kegiatan Gumukmas Fashion Carnaval (GFC) ini dimulai pada pukul 14.00 WIB, yang diikuti oleh 25 peserta, baik dari lembaga sekolah, pemerintah desa dan umum. Untuk lembaga sekolah ada 3 peserta yakni 1 peserta dari MI Al-Huda Purwoasri Gumukmas serta 2 peserta dari SMP Islam Gumukmas dan SMPN 1 Gumukmas. Untuk lembaga Pemerintah Desa Gumukmas sebagai regu kehormatan, sedangkan untuk regu umum ada 20 peserta.

GFC ini selain juga memberikan hiburan kepada masyarakat, juga memberikan penghasilan dan tambahan ekonomi bagi pelaku UMKM. Sekitar 300 pelaku UMKM, mulai dari pedagang keliling, pedagang asongan dan pedagang kaki lima. Masyarakat bisa menikmati penampilan karnaval dengan duduk tenang dan menikmati jajanan atau makanan yang di jual oleh pelaku pedang baik pedagang keliling, asongan dan kaki lima. *#mazdie

Galeri Foto