Gus Fawait Ajak Pelajar Pakusari Berani Bermimpi, Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting
- 21 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Gus Fawait Ajak Pelajar Pakusari Berani Bermimpi, Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting
JEMBER, 20 Juli 2026 – Pelataran SMPN 1 Pakusari terasa begitu akrab ketika Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menyapa 800 lebih pelajar yang hadir. Langsung ke tengah barisan, bertanya satu per satu dari SMP mana mereka berasal, sambil membagikan coklat kepada siswa yang berani menjawab. Ini menjadikan kegiatan Apel Siswa dalam rangkaian Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), Senin (20/7). Dalam kesempatan tersebut, ia membakar semangat generasi muda Jember agar berani menuntut ilmu setinggi mungkin tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.
Mengawali arahannya, Gus Fawait membagikan perjalanan hidupnya sebagai anak pondok pesantren asal pelosok Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.
Gus Fawait turut menyoroti persoalan stunting serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember yang disebutnya tergolong tinggi di Jawa Timur. Ia menyebut salah satu pemicu utamanya adalah maraknya pernikahan dini. Untuk memperkuat pernyataannya, ia langsung meminta konfirmasi dari dokter spesialis yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., Spine (K) Fics, Direktur RSD Balung , mengenai usia ideal kehamilan.
"Usia 21 tahun sampai usia 35 tahun," jawab dr. Nyoman, yang kemudian ditegaskan kembali oleh Gus Fawait di hadapan para siswa bahwa pada rentang usia tersebut kemungkinan keselamatan ibu lebih besar dan kondisi anak yang dilahirkan lebih sehat.
"Nikah bukan cuma urusan sah atau tidak sah, tapi nikah juga urusannya siap dan tidak siap. Maka saya berpesan, jangan korbankan masa depan kalian dengan hal-hal yang bisa membahayakan masa depan pendidikan kalian. Terus sekolah, terus mondok, terus lanjutkan kuliah, mudah-mudahan kalian menjadi calon-calon masa depan pemimpin Kabupaten Jember," pesannya.
Menanggapi arahan Gus Fawait Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E mengungkapkan. "Edukasi yang disampaikan Pak Bupati mengenai batas usia siap nikah dan bahaya stunting sangat tepat sasaran. Pernikahan anak sering kali merenggut masa depan pendidikan anak-anak kita. Kami mengimbau seluruh orang tua dan lingkungan sekolah untuk terus mengawal anak-anak kita agar berani bermimpi dan mengutamakan sekolah," ucapnya
Antusiasme turut dirasakan oleh Devi Saras Mita R., siswi kelas 9F SMPN 1 Pakusari yang merupakan salah satu peserta penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut "Acara ini sungguh luar biasa dan penuh manfaat bagi saya. Selain seru, kegiatan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya pendidikan tinggi dan memberikan suntikan semangat untuk mengejar mimpi masuk kampus impian seperti UGM dan Universitas Airlangga," tuturnya. (rou)