logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Hadiri Acara Sarasehan Kebhinekaan, Bupati Jember Beri Motivasi Generasi Muda Sebagai Calon Pemimpin

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 469 Kali
Bagikan Via:
hadiri-acara-sarasehan-kebhinekaan-bupati-jember-beri-motivasi-generasi-muda-sebagai-calon-pemimpin-20260328

Hadiri Acara Sarasehan Kebhinekaan, Bupati Jember Beri Motivasi Generasi Muda Sebagai Calon Pemimpin

JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Sabtu, 28 Maret 2026, menghadiri acara Sarasehan Kebhinekaan di SMK Santo Paulus Jember, yang dihadiri oleh perwakilan siswa dari berbagai suku dan agama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengawali sambutannya dengan memberikan semangat kepada siswa dari berbagai sekolah di Jember, yang ikut dalam sarasehan dengan tema "SAHABAT (Solidaritas, Harmoni, Kebersamaan, dan Toleransi)"

"Saya sangat senang dengan kegiatan ini, dimana anak-anak bisa bersatu tanpa memandang golongan, saya yakin mereka yang hadir disini, adalah calon pemimpin masa depan," ujar Gus Bupati, panggilan Bupati Jember.

Dihadapan ratusan peserta dalam acara sarasehan tersebut, Bupati juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Jember, merupakan Kabupaten terbesar ketiga di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang, dengan kondisi yang seperti ini, semua yang hadir harus bangga menjadi warga Jember.

Terlebih, Jember didesain sebagai kota penyangga ekonomi diwilayah Tapal Kuda, hal ini dibuktikan dengan keberadaan kantor Perwakilan Bank Indonesia dan kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di Kabupaten Jember.

"Sebagai daerah yang menjadi penyangga ekonomi di Tapal kuda, sudah bukan waktunya Jember dibandingkan dengan daerah disekitarnya, tapi Jember harus dibandingkan dengan kota besar, seperti Malang dan Surabaya, meski saat ini tetinggal jauh, namun ekonomi di Jember saat ini harus berlari kencang untuk mengejar ketinggalan," jelasnya.

Selain itu, kemajemukan dan keberagaman masyarakat di Jember, baik suku, agama dan golongan yang beragam, namun mereka bisa bersatu dan rukun hidup berdampingan. "Ini semua karena cinta, kita semua harus bangga dengan keragaman ini," ujar Bupati.

Sedangkan Kepala SMK Santo Paulus, Nuryatmaja Gora Pawana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa perbedaan bukan sebuah ancaman, tapi sebuah kekuatan, oleh karenanya kekuatan yang baik ini harus tetap dijaga.

"Kita yang hadir disini, memiliki banyak perbedaan, baik itu suku, agama dan juga golongan, namun perbedaan ini bukanlah sebuah ancaman, tapi jadikan perbedaan ini sebagai kekuatan," ujarnya.

Acara sarasehan ini sendiri menghadirkan nara sumber dari dua golongan, yakni Romo Pendeta Henrikus Suwaji dari Malang, dan juga Kyai Hodri Arief pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Silo. (*/Al)

Galeri Foto