Homecare Hadir Menyapa Ibu Susmita, Perhatian untuk Ibu Hamil Berisiko di Tegal Besar
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Homecare Hadir Menyapa Ibu Susmita, Perhatian untuk Ibu Hamil Berisiko di Tegal Besar
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 – Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak tak selalu hadir dalam bentuk layanan di fasilitas kesehatan. Di Kelurahan Tegal Besar, perhatian itu hadir langsung ke rumah warga melalui program Homecare, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Salah satu sasaran kunjungan kali ini adalah Ibu Susmita, 27 tahun, warga Jalan Letjen Sutoyo, Kebon Indah. Susmita merupakan ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus karena memiliki riwayat persalinan anak pertama melalui operasi sesar.
Kondisinya saat ini juga masuk dalam kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK), dengan berat badan 38,6 kilogram. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan pendampingan selama masa kehamilan menjadi hal yang penting.
Kunjungan Homecare menjadi kesempatan bagi Susmita untuk mendapatkan perhatian secara lebih dekat. Pendampingan dilakukan untuk melihat kondisi sasaran sekaligus memberikan penguatan agar kebutuhan kesehatan dan gizi selama kehamilan dapat terus diperhatikan.
Dalam kunjungan tersebut, Lurah Tegal Besar Maria Hardajanti, A.Md. turut mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta. Kehadiran pemerintah kelurahan menjadi bagian dari sinergi untuk memastikan sasaran Homecare mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Camat Kaliwates, Farisa Jamal Taslim, menyampaikan bahwa perhatian terhadap ibu hamil, terlebih yang memiliki kondisi risiko tertentu, membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai unsur.
“Homecare ini menjadi bentuk kepedulian kita untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Khususnya bagi ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih, kami ingin memastikan mereka mendapatkan pendampingan dan dukungan yang diperlukan selama masa kehamilan,” ungkap Farisa.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, TP PKK, tenaga kesehatan dan kader menjadi penting agar kondisi warga dapat dipantau secara berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai kebutuhan maupun kendala yang dihadapi sasaran dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti.
Bagi Susmita, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian yang terasa dekat. Kehadiran para pendamping di rumah memberikan ruang untuk melihat kondisi dirinya secara langsung, sekaligus menguatkan bahwa ia tidak menjalani masa kehamilan seorang diri.
Melalui Homecare, pemerintah terus mendorong pola pendampingan yang lebih dekat, terutama kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Bukan sekadar datang berkunjung, tetapi memastikan setiap sasaran mendapat perhatian dan dukungan sesuai kebutuhannya.
Di tengah perjalanan kehamilannya, Susmita kini mendapat dukungan lebih dari lingkungan sekitar. Sebuah langkah sederhana yang membawa pesan penting: kesehatan ibu dan anak adalah tanggung jawab bersama. (ah)