logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Homecare Sambangi Tokoh Agama di Rambipuji, Layanan Kesehatan Hadir Langsung ke Pesantren

  • 21 September 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
homecare-sambangi-tokoh-agama-di-rambipuji-layanan-kesehatan-hadir-langsung-ke-pesantren-20260923

Homecare Sambangi Tokoh Agama di Rambipuji, Layanan Kesehatan Hadir Langsung ke Pesantren

JEMBER, 21 SEPTEMBER 2026 – Program Homecare kembali mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Senin 21 September 2026, tim gabungan Puskesmas Rambipuji dan Puskesmas Nogosari melakukan kunjungan langsung kepada sejumlah tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Rambipuji.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Homecare yang menyasar masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara langsung, termasuk para tokoh agama dan keluarga pesantren.

Kunjungan tersebut melibatkan Kepala Puskesmas Rambipuji drg. Fahmi Tri Sukriyanto, Kepala Puskesmas Nogosari dr. Annafira, Camat Rambipuji Prima Kusuma Dewi, serta Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Rambipuji Maret Trisia Hesti Norcahya.

Dari Puskesmas Rambipuji, tim tenaga kesehatan yang terlibat terdiri atas Amalia dan Triwulandari. Sementara itu, Puskesmas Nogosari menurunkan Unika Damayanti. Tim gabungan tersebut memberikan pelayanan dan pendampingan kesehatan secara langsung kepada para sasaran Homecare.

Dalam kunjungan tersebut, terdapat empat sasaran yang menjadi perhatian tim, yakni Gus Farid dari PP Nurul Qur'an, Gus Ababal Ghussoh dari PP Kaliwining, Nyai Fatimah selaku istri pengasuh PP Kasiful Ulum, serta Kiai Fathullah selaku pengasuh PP Kasiful Ulum.

Pelayanan yang diberikan tidak sebatas pemeriksaan kesehatan. Tim juga membuka ruang komunikasi agar para sasaran dapat menyampaikan keluhan, berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan, serta memperoleh edukasi terkait perawatan dan proses pemulihan.

Salah satu kunjungan dilakukan kepada Nyai Fatimah yang baru tiga hari pulang dari rumah sakit setelah menjalani operasi hernia. Dalam masa pemulihan tersebut, tim Homecare memberikan pendampingan sekaligus membantu memberikan pemahaman mengenai perawatan pascaoperasi, terutama terkait penyembuhan luka dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan.

Nyai Fatimah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan secara langsung memberikan kemudahan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan selama menjalani masa pemulihan.

“Terima kasih atas kunjungannya. Dengan adanya program Homecare ini, saya bisa bertanya langsung kepada tim kesehatan, terutama berkaitan dengan perawatan dan penyembuhan luka setelah operasi,” ungkap Nyai Fatimah.

Camat Rambipuji Prima Kusuma Dewi mengatakan, pelayanan kesehatan melalui pendekatan jemput bola menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.

“Homecare ini merupakan bentuk pelayanan yang mendekatkan tenaga kesehatan kepada masyarakat. Kami berharap melalui kunjungan langsung seperti ini, keluhan kesehatan dapat lebih cepat diketahui dan masyarakat mendapatkan edukasi serta pendampingan yang tepat,” ujar Prima Kusuma Dewi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan dan puskesmas menjadi penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren.

“Kami akan terus mendukung kolaborasi antara kecamatan, puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat. Tokoh agama memiliki peran penting di tengah masyarakat, sehingga perhatian terhadap kesehatan mereka juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat,” imbuhnya.

Kehadiran tim Homecare di lingkungan pesantren menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan. Pendekatan langsung ke tempat tinggal atau lingkungan sasaran menjadi salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memantau kondisi kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi agar proses perawatan dapat dilakukan secara tepat dan aman. Komunikasi dua arah menjadi bagian penting karena setiap sasaran memiliki kondisi dan kebutuhan kesehatan yang berbeda. (sai)

Galeri Foto