logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

IKIK Jember 42,6 Persen, Dinkes PPKB Perkuat Sekolah Siaga Kependudukan

  • 27 Agustus 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
ikik-jember-426-persen-dinkes-ppkb-perkuat-sekolah-siaga-kependudukan-20260827

IKIK Jember 42,6 Persen, Dinkes PPKB Perkuat Sekolah Siaga Kependudukan

JEMBER, 27 AGUSTUS 2026 – Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK) Kabupaten Jember masih berada pada angka 42,6 persen. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan IKIK Provinsi Jawa Timur yang mencapai 48,6 persen dan nasional sebesar 55,1 persen. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember memperkuat upaya peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap isu kependudukan, salah satunya melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan tindak lanjut Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Materi Kependudukan dalam Pembelajaran Intrakurikuler yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., mengatakan rendahnya IKIK menunjukkan perlunya upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai persoalan kependudukan.

“Melihat masih rendahnya Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK) Kabupaten Jember sebesar 42,6 persen, dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur sebesar 48,6 persen dan nasional sebesar 55,1 persen, maka diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu kependudukan,” ujar Zamroni.

Menurutnya, peningkatan pengetahuan kependudukan dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik formal maupun nonformal. Salah satu jalur strategis yang dapat dilakukan melalui pendidikan formal adalah pengembangan SSK.

Melalui SSK, materi kependudukan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, peserta didik sejak dini diharapkan memiliki pemahaman mengenai dinamika serta berbagai permasalahan kependudukan.

Zamroni menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. Peserta didik juga dikenalkan dengan berbagai isu yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan reproduksi, pendidikan, lingkungan, kualitas penduduk, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pendewasaan usia perkawinan.

“Melalui SSK, peserta didik tidak hanya diberikan pengetahuan tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk, tetapi juga berbagai isu yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan reproduksi, pendidikan, lingkungan, kualitas penduduk, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pendewasaan usia perkawinan,” jelasnya.

Zamroni berharap peserta Bimtek ini dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya.

Penguatan SSK diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran kependudukan generasi muda. Dengan meningkatnya pemahaman peserta didik, IKIK Kabupaten Jember diharapkan terus meningkat dan pembangunan kependudukan yang berkualitas dapat terwujud. (ken)

Galeri Foto