logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Inovasi CINTA SI-PEKA Jember: Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan Produktif dan Tebar Gizi Qurban untuk Warga Kaliwates

  • 01 Juni 2026
  • Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
inovasi-cinta-si-peka-jember-sulap-selokan-jadi-kolam-ikan-produktif-dan-tebar-gizi-qurban-untuk-warga-kaliwates-20260601

Inovasi CINTA SI-PEKA Jember: Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan Produktif dan Tebar Gizi Qurban untuk Warga Kaliwates

KALIWATES — Menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan ketahanan pangan di area perkotaan kini bukan sekadar wacana. Sebuah langkah nyata nan inspiratif berhasil ditorehkan oleh warga Lingkungan Condro Utara, Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Kamis sore (28/5/2026).

Melalui kolaborasi apik lintas elemen yang melibatkan Destana (Desa Tangguh Bencana) Muda, Lazismu Jember, Kelompok Pengajian Nurul Hidayah, serta didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) Cabang Jember, sebuah program inovatif bertajuk CINTA SI-PEKA (Sinergitas Pemberdayaan Ekonomi dan Pemenuhan Gizi Keluarga) resmi digulirkan.

Berlokasi di RT 02 RW 05, acara yang digelar pukul 16.00 WIB ini dikemas secara sederhana namun membawa dampak komprehensif bagi warga sekitar. Terdapat dua agenda utama yang menjadi jantung kegiatan ini: tebar gizi melalui penyembelihan hewan qurban dan peluncuran budidaya ikan di dalam saluran drainase pemukiman.

Tebar Gizi Melalui Qurban di Akar Rumput

Sebagai wujud kepedulian sosial yang nyata, panitia gabungan mengawali kegiatan dengan penyembelihan 5 ekor domba qurban. Menariknya, daging qurban tersebut tidak hanya didistribusikan dalam bentuk mentah, namun sebagian juga diolah menjadi hidangan masak yang siap santap.

Sasaran utamanya adalah pemenuhan gizi keluarga prasejahtera di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti sahih bahwa sinergi antara gerakan kerelawanan, lembaga filantropi, dan elemen keagamaan di tingkat akar rumput mampu memberikan manfaat yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Inovasi Cerdas: Menyulap Selokan Menjadi Kolam Ikan

Puncak acara sore itu adalah peresmian terobosan ekologis yang mengundang decak kagum: budidaya ikan di dalam selokan pemukiman warga. Program ini tidak hanya sekadar memelihara ikan, melainkan sebuah rekayasa sosial dan lingkungan yang menyasar tiga aspek strategis:

  • Kepedulian Lingkungan: Program ini secara halus "memaksa" warga untuk menghentikan kebiasaan membuang limbah rumah tangga atau sampah ke selokan. Warga kini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebersihan air agar ekosistem ikan dapat hidup sehat dan berkembang biak.

  • Optimalisasi Tata Ruang: Selokan yang tadinya pasif, kumuh, dan rawan penumpukan sampah, kini disulap menjadi area produktif yang sedap dipandang mata dan memiliki nilai guna yang tinggi.

  • Kemandirian Ekonomi & Ketahanan Pangan: Kolam selokan ini akan menghasilkan sumber protein hewani yang mudah diakses oleh warga. Ke depannya, hasil panen ikan ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi kas RT/RW atau warga jika dikelola dan dipasarkan dengan baik.

Apresiasi dan Pendapat Tokoh Lintas Sektoral

Inovasi dari warga Condro Utara ini mendapat sorotan positif dan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan yang hadir memeriahkan acara. Prosesi penebaran benih ikan secara simbolis dilakukan secara bergantian oleh para tokoh penting.

Berikut adalah ragam tanggapan dan apresiasi dari para tokoh yang hadir:

Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos (Camat Kaliwates): "Inovasi warga Condro Utara ini sangat luar biasa dan patut direplikasi. Mengubah stigma selokan yang identik dengan tempat kumuh menjadi kolam budidaya ikan produktif adalah terobosan cerdas. Ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan halangan untuk berkreasi."

Maryani, S.Kom, MM (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Jember): "Dari kacamata kebencanaan, ini adalah mitigasi kultural yang sangat brilian. Dengan adanya ikan di selokan, warga akan segan membuang sampah sembarangan. Efek dominonya? Saluran air menjadi lancar dan risiko banjir genangan di kawasan pemukiman ini bisa ditekan hingga titik nol."

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Jember: "Program CINTA SI-PEKA ini sangat sejalan dengan visi kami dalam mendorong ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga. Jika budidaya ini berhasil dan meluas, inflasi dari sektor bahan pangan berprotein dapat ditekan karena masyarakat sudah mampu memproduksinya secara mandiri di pekarangan mereka sendiri."

Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M. (Lurah Kaliwates): "Kami selaku pemerintah kelurahan sangat bangga. Kolaborasi antara Destana, Lazismu, ibu-ibu pengajian, hingga korporasi seperti BI dan PLN menunjukkan bahwa gotong royong di masyarakat kita masih sangat kuat. Kami akan terus mengawal agar program ini berkesinambungan."

Turut hadir memberikan dukungan dalam acara tersebut antara lain dr. Martha (Direktur RSU Kaliwates), perwakilan PLN Cabang Jember, Ketua dan Pengurus Destana, Perwakilan Posbankum, Relawan Sahabat Tagana Kelurahan Kaliwates, serta jajaran pengurus Forum RT/RW setempat.

Melalui langkah kecil namun sarat makna dari Lingkungan Condro Utara ini, CINTA SI-PEKA diharapkan mampu menjadi rujukan dan pemicu bagi wilayah lain di Kabupaten Jember. Sebuah pesan kuat telah digaungkan: lingkungan yang bersih tidak hanya membebaskan masyarakat dari ancaman bencana, tetapi juga menjadi sumber kehidupan, gizi, dan kesejahteraan di masa depan.

Galeri Foto