Oleh : Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
Jember Semakin Meneguhkan Sebagai Kota Karnaval Setelah Sukses Menggelar International Jember Marching Carnival
- 20 November 2025
- Dibaca 407 Kali
Bagikan Via:
Jember Semakin Meneguhkan Sebagai Kota Karnaval Setelah Sukses Menggelar International Jember Marching Carnival
Kabupaten Jember kembali mengukuhkan posisinya sebagai episentrum kreativitas dan budaya di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 15 hingga 16 November 2025, Pemerintah Kabupaten Jember bersinergi dengan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur dan Indonesia Drum Corps Association (IDCA) sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk International Jember Marching Carnival (IJMC) 2025.
Gelaran yang memasuki tahun ke-8 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah festival rakyat yang memadukan unsur olahraga, seni, dan budaya dalam satu panggung megah. Rangkaian acara diawali dengan spektakuler pada Sabtu malam (15/11/2025) melalui agenda Night Street Parade Culture. Ribuan masyarakat Jember dan wisatawan tumpah ruah memadati rute sepanjang Sultan Agung hingga Alun-Alun Jember Nusantara. Dalam parade malam tersebut, Jember seolah berubah menjadi panggung teater jalanan raksasa. Penonton disuguhi atraksi parade marching band yang memukau, kostum-kostum artistik, serta koreografi yang disiplin dan indah. Keistimewaan tahun ini terlihat dari partisipasi peserta yang semakin luas, yakni diikuti oleh 43 grup marching band dari berbagai kota di Indonesia, serta kehadiran delegasi internasional dari Filipina yang turut memeriahkan suasana, menegaskan status Internasional pada acara ini.Bupati Jember, H. Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, dalam sambutannya menekankan bahwa marching band adalah cabang olahraga yang unik dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. "Drumband dan marching band ini menggabungkan tiga hal sekaligus: olah raga, olah rasa, dan olah seni. Di sinilah tempat kita belajar tentang karakter, kedisiplinan yang tinggi, dan kerja sama tim yang solid," ujar Bupati.Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa event berskala internasional ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian. Dengan potensi jumlah penduduk Jember yang mencapai lebih dari 2,6 juta jiwa, event seperti ini memberikan multiplier effect yang nyata. Sektor pariwisata menggeliat, okupansi hotel meningkat, dan yang terpenting, para pelaku UMKM serta Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan ruang untuk meningkatkan pendapatan mereka. "Kita ingin mengembalikan senyum masyarakat dan kejayaan ekonomi Jember seperti masa keemasannya," tambah Gus Fawait.Kemeriahan berlanjut pada hari kedua, Minggu 16 November 2025, yang dipusatkan di GOR PKPSO, Kaliwates. Di sini, kompetisi memasuki babak final Drum Battle. Kualitas kompetisi tahun ini dinilai sangat tinggi, mengingat panel dewan juri yang dihadirkan tidak main-main. Para juri profesional didatangkan langsung dari Thailand, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor untuk menjamin objektivitas dan standar penilaian kelas dunia. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua KORMI, Tri Basuki, yang juga membawahi Jember Marching Band (JMB), dinilai berhasil membawa nama harum Jember dengan raihan lima penghargaan emas di berbagai kategori. Prestasi ini menjadi bukti bahwa putra-putri daerah memiliki daya saing global yang patut dibanggakan.Rangkaian International Jember Marching Carnival 2025 resmi ditutup pada Minggu sore. Tri Basuki, dalam laporan penutupnya, menyampaikan harapan besar agar kolaborasi komunitas marching band di tingkat Asia semakin terbuka lebar pasca acara ini. Melalui kesuksesan penyelenggaraan ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui seluruh jajaran OPD terkait, berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan produktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter generasi muda serta mensejahterakan masyarakat. Sampai jumpa di kejayaan Jember Marching Carnival tahun depan yang lebih megah.