KAJI BANDING MTBS (MANAGEMENT TERPADU BALITA SAKIT)
- 21 November 2022
- Dibaca 2313 Kali
Bagikan Via:
KAJI BANDING MTBS (MANAGEMENT TERPADU BALITA SAKIT)
J-GEMAR JELITA
Jember, Sabtu 19 Nopember 2022.
Indonesia telah memasukkan manajemen kasus untuk bayi muda dengan infeksi berat dalam Manajemen Terpadu Penyakit Anak (MTBS). MTBS digunakan oleh petugas kesehatan garda terdepan dalam memberikan perawatan bagi anak balita sebagaimana diatur dalam Permenkes No 25/2014. UNICEF telah mendukung Pemerintah dalam penerapan MTBS di seluruh negara. Angka kematian bayi dan balita merupakan indikator penting untuk menilai derajat kesehatan masyarakat di suatu bangsa. Pada tahun 2019, angka kematian balita di Indonesia mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup, yang artinya belum memenuhi target SDGs yaitu sebesar 25 per 1000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2017).
Sementara itu, berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Timur, angka kematian balita terlapor mengalami penurunan, dari 4338 balita pada tahun 2018 menjadi 4216 balita pada tahun 2019. Meskipun demikian, angka kematian balita di Jawa Timur dinilai masih sangat tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita salah satunya melalui implementasi MTBS. MTBS merupakan suatu pendekatan dalam memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir. Ini berfokus pada deteksi dini dan memberikan pengobatan standar penyakit yang biasa terjadi pada bayi baru lahir dan balita untuk mencegah kasus dan komplikasi yang lebih buruk. MTBS mencegah peluang yang terlewatkan untuk mencapai cakupan imunisasi dasar yang lengkap, dan berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat melalui peningkatan pengetahuan dan praktik pengasuhan untuk anak-anak mereka. Namun, bantuan teknis lebih lanjut untuk memastikan MTBS berkualitas diperlukan.
Meningkatkan implementasi MTBS di Primary Health Care (PHC) dan di masyarakat juga akan mengatasi pembunuh anak utama yang akan berkontribusi pada penurunan angka kematian balita. Kegiatan yang sudah dilakukan ialah monitoring terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam hal ini puskesmas, dengan melakukan self assessment untuk mendapatkan puskesmas best practice sebagai contoh baik bagi puskesmas lainnya pada kabupaten/kota terkait dengan dilakukannya kegiatan studi banding. Oleh karena itu perlunya persiapan terkait kolaborasi dan kerjasama yang baik untuk memperoleh masukan dan mendapat dukungan dari dinas kesehatan kabupaten/kota. Studi banding akan dilaksanakan secara bersama dalam satu kabupaten/kota yang diikuti oleh seluruh puskesmas secara offline.
Pada kegiatan akan dilakukan pemaparan terkait pelayanan MTBS pada puskesmas, dan dilakukan penampilan foto ataupun pemutaran video terkait pelayanan MTBS di puskesmas. Kegiatan ini memiliki harapan dari puskesmas best practice untuk menjadi contoh baik bagi pelayanan puskesmas lainnya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Jombang menjadi kota/kabupaten prioritas. Sebagai kontribusi dalam melakukan kebijakan MTBS dan implementasinya, Universitas Airlangga bekerjasama dengan UNICEF, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dan Dinas Kesehatan kabupaten Jombang.
Tujuan Kegiatan Ini adalah :
1. Memaparkan proses pelayanan MTBS puskesmas dan diskusi praktik baik (kesulitan dan tantangannya)
2. Melakukan pemutaran video proses pelayanan MTBS puskesmas best practice
3. Mendiskusikan pelayanan MTBS puskesmas
Peserta Pertemuan adalah seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Jember yang diwalkili oleh 2 orang dengan komposisi 1 orang dokter dan penangung jawab poli MTBS.
Pada kesempatan ini, Nara sumber ahli yang dihadirkan adalah dr. Gebyar Benekdituse, SPA. Dan puskesmas sebagai bahan kaji banding adalah dari Puskesmas Ajung dan Puskesmas Sumbersari. Dr. Gebyar membahas terkait dengan penanganan MTBS pada balita sakit, sedangkan 2 puskesmas ini mempunyai sistem yang berbeda dimana untuk puskesmas ajung setelah dilakukan tealaahan di Poli MTBS maka pasien dikirim ke POli sesuai dengan kebutuhan sedangkan untuk puskesmas Sumbersari setelah dilakukan telaahan di Poli MTBS maka petugas Poli akan memanggil Petugas untuk hadir ke Poli MTBS dan melakukan Terapi.
Pergi ke taman kota naik sepedaBunga di taman banyak yang mekarJangan lupa berolahragaSupaya tubuh sehat dan bugar
Hari ini pergi ke hotel dafam
Bertemu pemateri yang cantik menawan
Belajar ilmu MTBS bersama teman teman
Untuk cetak SDM yang patut dibanggakan