Karnaval Budaya Desa Gugut: Pada Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia
- 22 September 2025
- Dibaca 669 Kali
Bagikan Via:
Karnaval Budaya Desa Gugut: Pada Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia
Pemerintah Kecamatan Rambipuji, 21/09/2025 – Di bawah langit cerah yang seolah turut berbahagia, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, kembali menjadi pusat kegembiraan hari ini. Ribuan warga desa dan pengunjung dari berbagai penjuru memadati jalan-jalan utama desa yang membentang sepanjang tiga kilometer, menyaksikan Karnaval Budaya Desa Gugut yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini bukan sekadar parade, melainkan sebuah perayaan megah yang merayakan kebhinekaan bangsa, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan warisan budaya lokal di tengah era digital yang semakin maju.
Kepala Desa Gugut, Pusriyanto, yang tampil gagah dengan seragam dinas putih lengkap diiringi istrinya, secara resmi membuka acara di Dusun Jereng Barat. Dalam sambutannya, ia menekankan tema karnaval tahun ini: "Bhinneka Tunggal Ika: Warisan Budaya untuk Generasi Masa Depan". "Karnaval ini adalah wujud nyata semangat gotong royong desa kita yang mayoritas santri. Di Desa Gugut, budaya Jawa Madura dan Islam menyatu harmonis, dan hari ini kita bagikan kepada anak cucu agar tak hilang ditelan zaman," ujar Pusriyanto di hadapan ratusan peserta dan penonton. Hadir pula Perwakilan Polsek, Danramil Rambipuji, yang memuji inisiatif Pemdes Gugut sebagai teladan bagi desa-desa lain di Rambipuji.
Puncak kemeriahan dimulai pukul 14.00 WIB dengan start parade dari Dusun Jereng Barat menuju Lapangan Desa Gugut. Ratusan peserta, mulai dari anak muda hingga lansia, berpartisipasi dengan antusiasme yang membara. Pawai dibagi menjadi beberapa kelompok tematik, di mana setiap RT/RW dan sekolah dasar serta menengah di desa menampilkan kreasi unik. Kelompok pertama, yang mewakili SDN Gugut 1 dan SDN Gugut 2, memamerkan parade busana adat nusantara. Anak-anak sekolah dasar mengenakan kebaya encim ala Sunda, ulos Batak yang warna-warni, serta pakaian dayak lengkap dengan perhiasan tanduk. "Ini cara kami mengajarkan anak-anak tentang keragaman Indonesia sejak dini," kata Sucipto Kepala Sekolah SDN Gugut 2, sambil memimpin barisan murid-muridnya yang menari" dengan iringan gamelan sederhana.
Tak kalah menarik, kontingen dari Komunitas Pemuda Krajan (KOMPAK) menghadirkan atraksi tarian kolaboratif bertema Semangat Juang 45. Puluhan pemuda dan pemudi, mengenakan seragam merah putih ala pejuang kemerdekaan, menari jaipong dan saman secara bergantian, diiringi dentuman sound system Ayam Kampung Audio yang menggema. "Kami ingin tunjukkan bahwa pemuda desa tak kalah kreatif dengan kota. Ini juga bentuk penghargaan kami pada para pahlawan," ungkap ketua KOMPAK, Abdul Hadi, yang turut berpartisipasi sambil membawa spanduk bertuliskan "Gugut Bersatu, Indonesia Maju". Suasana, membuat penonton ikut bergoyang dan bertepuk tangan.
Selain parade pejalan kaki, karnaval tahun ini menampilkan Sound System Horeq diantaranya Sound Jaksa Audio, Aladin Audio, TM Audio, Aleta Audio, SDR Audio.
Penampilan yang paling memukau dan spektakuler dari Sound Horeg Jaksa Audio besutan dari Rohmat Sibutar2 dan Rudy Kancil RW 02 Dusun Jereng Barat dengan menampilkan berbagai atraksi tari dan kolosal dengan jumlah 150 orang peserta yang terbanyak. Tak lupa, elemen budaya santri Gugut hadir melalui pertunjukan shalawat dengan iringan rebana yang merdu. "Desa kami kaya akan tradisi pesantren. Acara ini tak lepas dari rangkaian lomba pendukung yang digelar pada bulan Agustus.Sebelum parade utama, warga memeriahkan lomba tarik tambang, sepak bola plastik, Volly Ball antar-RT.
Pada besuk malam harinya, direncanakan pentas seni dan pembagian hadiah. Panitia memperkirakan lebih dari 2.000 orang hadir, sehingga berdampak pada UMKM bergeliat juga. Keamanan dijaga ketat oleh Linmas dan relawan desa, sementara posko kesehatan siaga memastikan semua peserta tetap sehat di tengah cuaca panas.
Karnaval Budaya Desa Gugut tahun 2025 ini bukan hanya hiburan semata, melainkan investasi budaya jangka panjang. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan digitalisasi, acara ini mengingatkan kita akan akar kekuatan bangsa: kebersamaan dan pelestarian identitas. Seperti kata Pusriyanto, "Dari Gugut kecil, kita bangun Indonesia besar." Pada tengah malam , parade berakhir yang sebelumnya antar sound horeg menampilkan kebolehannya, meninggalkan kenangan manis bagi semua yang hadir. Semoga semangat ini terus menyala, menyambut masa depan yang lebih cerah.