logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Kebun Tebu Seluas 2 Hektare Terbakar di Slateng Ledokombo, Api Berhasil Dipadamkan Setelah Berjibaku Hampir Tiga Jam

  • 04 September 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
kebun-tebu-seluas-2-hektare-terbakar-di-slateng-ledokombo-api-berhasil-dipadamkan-setelah-berjibaku-hampir-tiga-jam-20260904

Kebun Tebu Seluas 2 Hektare Terbakar di Slateng Ledokombo, Api Berhasil Dipadamkan Setelah Berjibaku Hampir Tiga Jam

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Kebakaran melanda lahan perkebunan tebu di Dusun Sumber Gadung, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat 04 September 2026 petang. Kobaran api menghanguskan sebagian tanaman tebu dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.

Peristiwa tersebut terjadi di lahan perkebunan tebu milik Yuhanes Suwito, warga Jalan Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB oleh Sadi alias P. Saeri, 55 tahun, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga kebun tebu. Saat itu, saksi melihat adanya titik api di area perkebunan.

Sadi kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan sumber api. Namun, setibanya di lokasi, api ternyata telah membesar dan dengan cepat menjalar ke bagian lain lahan perkebunan. Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin yang cukup kencang sehingga membuat kobaran api semakin mudah merambat melalui tanaman tebu yang relatif kering.

Melihat kondisi tersebut, Sadi segera meminta bantuan warga di sekitar lokasi. Informasi kemudian diteruskan kepada Ragiel Bayu A., Kepala Dusun Sumber Gadung, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada unsur Muspika Ledokombo serta Unit Pemadam Kebakaran (PMK) Kecamatan Kalisat.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Sekitar pukul 18.15 WIB, personel Muspika Ledokombo bersama petugas PMK Kecamatan Kalisat tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Warga sekitar turut bergotong royong membantu petugas untuk mencegah api semakin meluas.

Dalam proses pemadaman, petugas dan masyarakat menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan. Selain mengandalkan unit PMK untuk menjangkau titik api yang memungkinkan, warga juga menggunakan ranting dan dahan pohon untuk melakukan metode gepyok. Petugas bersama masyarakat juga membuat ilaran atau sekat bakar guna memutus jalur rambatan api dan mengurangi risiko kebakaran meluas ke area perkebunan lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi lahan, tanaman tebu yang mudah terbakar, serta hembusan angin membuat api sempat menjalar dengan cepat. Setelah berjibaku bersama selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 20.17 WIB.

Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Yang terpenting dalam kejadian seperti ini adalah kecepatan informasi dan respons di lapangan. Kami mengapresiasi masyarakat, perangkat desa, aparat TNI-Polri, Satpol PP, serta petugas PMK yang bersama-sama melakukan pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar Roni.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan perkebunan dan lahan pertanian, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Aktivitas yang berhubungan dengan api maupun pembuangan benda yang dapat menjadi sumber pemicu kebakaran harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar dan adanya angin, hal kecil seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat berpotensi menimbulkan kebakaran. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih memiliki bara api sembarangan, terutama di area perkebunan,” tambahnya.

Kapolsek Ledokombo bersama jajaran juga turut melakukan penanganan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Kehadiran aparat bersama unsur terkait dilakukan untuk membantu proses pemadaman sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Dari hasil keterangan sementara di lapangan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, terdapat dugaan sementara bahwa api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dan kemudian memicu terbakarnya tanaman tebu. Dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kejadian.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sedikitnya lima personel Polsek Ledokombo, dua personel Koramil Ledokombo, satu personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, empat perangkat Desa Slateng, serta sekitar 20 masyarakat di sekitar lokasi turut terlibat.

Kepala Dusun Sumber Gadung, Ragiel Bayu A., sebagai salah satu saksi, turut membantu mengoordinasikan informasi dan penanganan awal bersama masyarakat sebelum tim lintas sektoral tiba di lokasi.

Sementara itu, Sadi selaku penjaga kebun menjadi saksi yang pertama kali melihat titik api. Kesigapannya melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan kepala dusun membantu mempercepat proses penanganan.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemantauan terhadap lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Kondisi di sekitar Dusun Sumber Gadung, Desa Slateng, hingga malam hari dilaporkan aman dan kondusif.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan, khususnya di kawasan perkebunan. Kecepatan dalam melaporkan kejadian, kesiapan petugas, serta gotong royong masyarakat menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Pemerintah Kecamatan Ledokombo juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun di kawasan perkebunan, lahan pertanian maupun lingkungan permukiman. Deteksi dan penanganan sejak dini dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah api berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Hingga laporan ini dibuat, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil akibat terbakarnya sebagian lahan kebun tebu diperkirakan sekitar Rp10 juta, sedangkan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare.(yus)

Galeri Foto