Kekeringan Melanda Kaliwining Jember, 100 KK Mulai Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 250 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Kaliwining Jember, 100 KK Mulai Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Kekeringan mulai dirasakan warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di wilayah RW 13 terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih sejak akhir Juli 2026.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen pada Rabu, 12 Agustus 2026 untuk memastikan kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan penanganan.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan kondisi paling dirasakan warga RT 07, RT 08, dan RT 09 di RW 13. Debit sumur warga mulai menurun, bahkan sebagian sumur telah mengering.
“Warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian sumur debitnya menurun dan air yang tersedia juga mulai berbau kurang sedap,” kata Iwan.
Berdasarkan hasil asesmen, terdapat sekitar 40 KK terdampak dari 75 KK di RT 07. Kemudian sekitar 20 KK dari 70 KK di RT 08 dan 40 KK dari 65 KK di RT 09. Total terdapat 100 KK yang terdampak.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Sumber air terdekat berada di sekitar Masjid Darul Hikmah dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Wilayah RW 13 juga belum memiliki jaringan pipanisasi. Selama ini warga mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk kebutuhan mandi, sebagian warga bahkan memanfaatkan Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai mulai keruh dan debitnya ikut berkurang.
Sementara itu, kondisi di RT 05 dan RT 06 masih relatif aman karena jaringan Perumdam atau PDAM telah tersedia.
Iwan menjelaskan, asesmen dilakukan setelah Pemerintah Desa Kaliwining mengajukan permohonan kebutuhan air bersih. Penanganan mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
BPBD Jember merekomendasikan pengiriman tiga unit tandon serta distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Selain itu, BPBD mengusulkan dukungan distribusi air bersih dari BBWS Brantas Jawa Timur karena wilayah tersebut berada dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung.
“Saat ini warga sangat berharap bantuan distribusi air bersih agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi,” ujar Iwan.
Dalam asesmen tersebut, BPBD berkoordinasi dengan perangkat desa, relawan, dan warga. Satu unit tandon hibah BPBD juga telah tersedia di rumah kepala dusun dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kekeringan.(tgh)