Kekeringan Melanda Patrang, 135 KK Terpaksa Tempuh 1 Kilometer Cari Air
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Patrang, 135 KK Terpaksa Tempuh 1 Kilometer Cari Air
JEMBER, 17 Oktober 2026 – Kekeringan menyebabkan 135 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut terjadi sejak Agustus 2026 setelah sumur warga mulai mengering dan tidak lagi layak digunakan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak pada Jumat, 16 Oktober 2026. Distribusi dilakukan di Lingkungan Cangkring dan Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iqbal Fathoni, mengatakan kekeringan paling dirasakan warga RT 001 dan RT 002 RW 003 Lingkungan Cangkring. Sebagian warga bahkan harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah menuju sungai untuk memperoleh air.
“Sejak Agustus, sumber air dari sumur warga mulai mengering dan sebagian sudah tidak layak digunakan. Kondisi ini berdampak pada kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum dan keperluan rumah tangga,” ujar Iqbal.
Di Lingkungan Cangkring, sebanyak 65 KK dari total 80 KK di RT 001 RW 003 terdampak kekurangan air. Sementara di RT 002 RW 003, terdapat 50 KK dari total 64 KK yang mengalami kondisi serupa.
Kekurangan air juga dialami warga Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang. Sebanyak 20 KK di RT 004 RW 009 tercatat terdampak.
Dengan demikian, total warga yang terdampak kekeringan di lokasi tersebut mencapai 135 KK.
Iqbal menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Penyaluran juga menindaklanjuti surat Kelurahan Patrang Nomor 176/35.09.02.2007/2026 tertanggal 20 September 2026 mengenai usulan penyediaan pengiriman air bersih.
Tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba satu jam kemudian. Petugas kemudian menyalurkan air ke sejumlah tandon yang tersedia serta memberikan imbauan kepada warga agar menghemat penggunaan air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyalurkan satu tangki air berkapasitas 5.000 liter. Sebanyak empat tandon milik BPBD juga tersedia untuk menampung bantuan air di lokasi.
“Penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan. Untuk wilayah ini, kami merekomendasikan distribusi dilakukan setiap empat hari menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter,” kata Iqbal.
Hingga 16 Oktober 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan ke lokasi tersebut mencapai 32.500 liter.
BPBD Jember juga merekomendasikan agar penanganan jangka lanjut diteruskan kepada perangkat daerah terkait. Langkah tersebut diperlukan agar pemenuhan kebutuhan air masyarakat tidak hanya mengandalkan distribusi tangki selama kondisi kekeringan berlangsung.
Dalam kegiatan ini, BPBD Jember berkoordinasi dengan ketua RT dan RW serta warga setempat. Tidak terdapat kendala selama proses distribusi air bersih.(tgh)