Kelurahan Antirogo dan BPBD Jember Koordinasi Tangani Kekeringan yang Melanda
- 04 September 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Antirogo dan BPBD Jember Koordinasi Tangani Kekeringan yang Melanda
JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Sebanyak 140 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong Kelurahan Antirogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat koordinasi penanganan.
Pada Jumat, 04 September 2026, BPBD Jember kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Bantuan tersebut merupakan distribusi ke-15 di wilayah Pelinggian. Dari total 140 KK terdampak, sebanyak 50 KK berada di RT 02/RW 08, sedangkan 90 KK lainnya berada di RT 02/RW 07.
Peran Kelurahan Antirogo menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan tersebut. Pemerintah kelurahan menyampaikan kondisi dan kebutuhan warga melalui Surat Permohonan Air Bersih Nomor 600.1.16/151/35.09.03.2007/2026. Permohonan itu kemudian ditindaklanjuti melalui asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE., MM., mengatakan koordinasi dengan BPBD terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat ditangani.
“Kelurahan Antirogo terus berkoordinasi dengan BPBD Jember untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak dapat ditangani. Kami menyampaikan kondisi di lapangan dan terus mendampingi proses penyaluran agar bantuan tepat sasaran,” kata Teguh.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jember Shofi Diaulhaq mengatakan kekurangan air bersih tersebut merupakan dampak musim kemarau. Kondisi itu diketahui berdasarkan asesmen TRC yang dilakukan pada 5 Agustus 2026.
“Hasil asesmen menjadi dasar rekomendasi untuk dilakukan penanganan melalui pendistribusian air bersih secara berkala kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Shofi dalam laporan kegiatan BPBD Jember.
Distribusi air bersih dilakukan dengan mengirimkan armada BPBD menuju lokasi. Tim berangkat sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.15 WIB. Personel Palang Merah Indonesia (PMI) kemudian menyusul sekitar pukul 10.30 WIB.
Air bersih selanjutnya disalurkan ke tandon yang telah tersedia di lokasi. TRC BPBD Jember turut melakukan pendampingan selama proses distribusi. Ketua RW dan warga juga terlibat sehingga penyaluran berlangsung tertib dan lancar.
Dengan tambahan 5.000 liter pada distribusi ke-15, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Jember hingga 4 September 2026 mencapai 67.500 liter.
Shofi memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif tanpa kendala. BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali selama kekeringan masih berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan warga.
“Kami merekomendasikan distribusi dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali ke lokasi yang masih terdampak kekeringan,” katanya.
Teguh menambahkan, pihak kelurahan akan terus memantau kondisi masyarakat dan berkoordinasi dengan BPBD serta unsur terkait.
“Sinergi ini akan terus kami lakukan. Harapannya, kebutuhan dasar warga berupa air bersih tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” pungkasnya. (dan)