Kelurahan Kebonsari Dukung Optimalisasi Home Care dan Program Kesehatan melalui Mini Lokakarya
- 06 Agustus 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Kebonsari Dukung Optimalisasi Home Care dan Program Kesehatan melalui Mini Lokakarya
JEMBER, 06 AGUSTUS 2026 – Kelurahan Kebonsari menegaskan kesiapannya mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Jember setelah mengikuti Mini Lokakarya (Minlok) Bidang Kesehatan Kecamatan Sumbersari yang digelar di Pendapa Kecamatan Sumbersari, Rabu 05 Agustus 2026.
Forum lintas sektor tersebut menjadi ajang evaluasi program kesehatan sekaligus menyusun strategi bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, mempercepat penurunan stunting, dan mengoptimalkan pelaksanaan Program Home Care.
Mini Lokakarya yang dimulai pukul 09.00 WIB itu difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sumbersari bersama Puskesmas Gladak Pakem dan Sumbersari, diikuti sekitar 50 peserta.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sumbersari, Kasie PMKS Kecamatan Sumbersari, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala UPTD Puskesmas Sumbersari dan Gladak Pakem, tujuh lurah se-Kecamatan Sumbersari beserta Ketua TP PKK Kelurahan, PLKB Kecamatan, Pengawas Pendidikan, perwakilan RT/RW, kader Posyandu, hingga Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT).
Dalam arahannya, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menekankan bahwa Program Home Care merupakan salah satu prioritas Bupati Jember yang harus dipahami secara utuh oleh seluruh perangkat wilayah agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.
"Home Care bukan berarti seluruh layanan rumah sakit dipindahkan ke rumah. Ini adalah pelayanan kesehatan dasar berupa pemeriksaan, pemantauan, edukasi, dan rujukan jika diperlukan bagi kelompok rentan," tegasnya.
Selain itu, Deni meminta seluruh lurah meningkatkan koordinasi dalam pendataan calon penerima bantuan medis, mempercepat pemutakhiran data kematian, serta mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting agar berbagai bantuan pemerintah tersalurkan tepat sasaran.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiah, memaparkan hasil evaluasi program kesehatan Januari–Juni 2026. Ia menyampaikan bahwa kondisi gizi balita di Kelurahan Kebonsari menunjukkan perkembangan positif.
Angka gizi kurang masih berada di bawah target, sementara penurunan prevalensi stunting terus diupayakan dengan target sebesar 15,4 persen melalui pendampingan balita, pemantauan pertumbuhan, pemberian makanan tambahan, serta kolaborasi lintas sektor.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang didanai Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada periode 14 Mei hingga 8 Juli 2026 juga menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 36 balita sasaran di Kelurahan Kebonsari, sebanyak 22 balita atau 71,4 persen berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi kategori baik. Secara keseluruhan, capaian peningkatan status gizi di wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem mencapai 65,1 persen.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi pada pelaksanaan imunisasi. Penolakan imunisasi oleh sebagian masyarakat menyebabkan masih ditemukannya kasus campak akibat balita belum memperoleh imunisasi lengkap. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan hingga stunting.
Di sisi lain, angka kematian ibu hingga pertengahan tahun berhasil ditekan, namun masih terdapat dua kasus kematian bayi yang sebagian besar disebabkan gangguan pernapasan. Pendampingan ibu hamil risiko tinggi juga terus menjadi prioritas karena tingginya mobilitas penduduk di wilayah perkotaan.
Untuk semester kedua tahun 2026, Puskesmas Gladak Pakem akan melaksanakan sejumlah program prioritas, meliputi Bulan Timbang Balita, pemberian Vitamin A dan obat cacing, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Pemeriksaan Kesehatan Gratis di sekolah, serta Gerakan 1.200 yang kini terintegrasi dengan Program Home Care.
Saat ini sekitar 90 warga di wilayah kerja Puskesmas Gladak Pakem telah terdaftar sebagai penerima layanan Home Care yang dilaksanakan melalui mekanisme resmi Pemerintah Kabupaten Jember.
"Seluruh program ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan lintas sektor dan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar dr. Tunsiah.
Lurah Kebonsari, Edy Hariyanto, menyatakan hasil Mini Lokakarya akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan RT, RW, TP PKK, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat agar setiap program kesehatan dapat berjalan optimal hingga tingkat lingkungan.
"Mini Lokakarya ini menjadi pedoman bagi kami dalam menyelaraskan langkah bersama seluruh unsur di Kelurahan Kebonsari. Kami akan mengoptimalkan pendampingan balita stunting, ibu hamil risiko tinggi, pelayanan Posyandu, serta mendukung pelaksanaan Program Home Care agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Edy.
Ia optimistis kolaborasi yang semakin erat antara Pemerintah Kecamatan Sumbersari, Puskesmas, Pemerintah Kelurahan, serta seluruh unsur masyarakat akan mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Kelurahan Kebonsari secara berkelanjutan. (aji)