Koordinasi Pengelolaan Sampah Kaliwates: Operator Depo Sampah Siap Bergabung dengan Bank Sampah DESTANA dan Edukasi Pemilahan Sampah dari Sumber
- 10 Juni 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Koordinasi Pengelolaan Sampah Kaliwates: Operator Depo Sampah Siap Bergabung dengan Bank Sampah DESTANA dan Edukasi Pemilahan Sampah dari Sumber
Kaliwates – Dalam rangka mendukung keberhasilan Pilot Project Pengelolaan Sampah Kelurahan Kaliwates, Pemerintah Kelurahan Kaliwates bersama Bank Sampah DESTANA terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sampah di wilayah Kaliwates.
Pada Selasa (09/06/2026), Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., MM bersama Ketua Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates H. Indra Gunawan melaksanakan koordinasi dan diskusi langsung dengan Koordinator Depo Sampah Jalan Imam Bonjol, Salim, beserta sejumlah operator dan petugas pengangkut sampah.
Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh informasi mengenai kondisi operasional pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan di Depo Sampah Jalan Imam Bonjol. Setiap harinya sampah diangkut menggunakan 3 unit truk, dengan rincian pada shift pagi terdapat sekitar 16 gerobak sampah dengan volume mencapai 8 meter kubik, sedangkan pada shift siang terdapat sekitar 22 gerobak sampah dengan volume mencapai 10 meter kubik. Selain itu, terdapat pula sampah yang dibuang langsung oleh masyarakat umum di area dalton dengan volume sekitar 4 meter kubik per hari.
Dengan demikian, total volume sampah yang ditangani setiap hari di kawasan tersebut mencapai kurang lebih 22 meter kubik, yang menunjukkan tingginya aktivitas pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Kaliwates.
Dalam kesempatan tersebut, Salim bersama seluruh operator dan petugas sampah menyatakan komitmennya untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sedang dikembangkan oleh Kelurahan Kaliwates. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan bergabung dan bersinergi bersama Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates sebagai wadah penguatan sistem pengelolaan sampah dari sumber.
Tidak hanya itu, para operator sampah juga menyatakan kesiapan untuk ikut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar mulai membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, baik sampah organik, anorganik maupun residu, sebelum diangkut menuju depo sampah.
Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, menyampaikan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
"Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk mulai memilih dan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah sederhana ini akan sangat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke depo maupun TPA serta meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui bank sampah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates, H. Indra Gunawan, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah kelurahan, operator sampah, bank sampah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Menurutnya, proses edukasi kepada masyarakat akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini karena masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama persepsi sebagian warga yang merasa telah membayar iuran sampah sehingga menganggap tidak perlu lagi melakukan pemilahan sampah secara mandiri.
"Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu, pendekatan yang humanis, dan edukasi yang terus menerus. Kami memahami bahwa masih ada warga yang merasa cukup dengan membayar iuran sampah. Oleh karena itu, kami akan melakukan sosialisasi secara bertahap agar masyarakat memahami manfaat pemilahan sampah bagi lingkungan maupun nilai ekonominya," jelas H. Indra Gunawan.
Melalui koordinasi ini diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kelurahan Kaliwates, Bank Sampah DESTANA, operator sampah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kaliwates Bersih, Sehat, dan Bernilai Ekonomi, sekaligus mendukung visi Kabupaten Jember menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, partisipatif, dan berkelanjutan.