logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Belum Reda, 190 KK di Jatian Jember Kembali Dapat 5.000 Liter dari BPBD

  • 17 September 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-belum-reda-190-kk-di-jatian-jember-kembali-dapat-5000-liter-dari-bpbd-20260917

Krisis Air Belum Reda, 190 KK di Jatian Jember Kembali Dapat 5.000 Liter dari BPBD

JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Jember, belum juga mereda. Sebanyak sekitar 190 kepala keluarga (KK) masih membutuhkan dukungan air bersih di tengah musim kemarau yang berlangsung sejak awal Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendistribusian air bersih pada Kamis, 17 September 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah tandon BPBD yang tersedia di wilayah terdampak.

Persoalan air bersih paling terasa di wilayah yang sumber airnya terus menyusut. Di RT 02/RW 08, misalnya, dari delapan sumur warga yang diperiksa, sekitar 90 persen sudah terlihat dasar sumurnya. Sebagian sumur juga mulai mengeluarkan bau.

Sumber air alternatif yang berada di dekat persawahan sebenarnya masih dapat ditemukan, tetapi debitnya semakin kecil. Jarak sumber tersebut sekitar 300 meter dari permukiman warga RT 02/RW 08.

Kondisi serupa terjadi di RT 01/RW 06. Warga harus menempuh jarak sekitar 700 meter menuju sumber air alternatif yang debitnya juga mulai menurun. Sementara sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman tidak dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan konsumsi karena kondisinya tidak layak.

Berdasarkan pendataan, sekitar 50 KK dari total 129 KK di RT 02/RW 08 mengalami kebutuhan air bersih. Di RT 01/RW 06, sekitar 140 KK dari total 200 KK juga membutuhkan bantuan air.

Sementara itu, di RT 01 dan RT 02 RW 10, kebutuhan air untuk minum masih tercukupi. Namun, sekitar 90 KK di RT 01/RW 10 dan 80 KK di RT 02/RW 10 masih membutuhkan air untuk keperluan mandi dan mencuci.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat RT/RW dan warga, sekaligus melakukan assessment, pengecekan sumur, dokumentasi serta edukasi mengenai kondisi kekeringan.

Naringga Manggala Putra, S.M., anggota TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi dilakukan kembali karena kebutuhan air masyarakat masih berlangsung dan sejumlah sumber air warga terus mengalami penurunan.

“Distribusi kembali dilakukan karena kebutuhan air bersih warga masih ada. Dari pengecekan, sebagian sumur sudah mulai mengering dan debit sumber alternatif juga semakin kecil,” ujar Naringga.

Untuk mendukung penyaluran air, terdapat dua tandon milik BPBD di RT 02/RW 08. Selain itu, dua tandon BPBD lainnya tersedia di RT 01 dan RT 02 RW 06.

Ketersediaan tandon di sejumlah titik tersebut menjadi bagian dari upaya mempermudah masyarakat memperoleh bantuan air tanpa harus mengambil langsung dari kendaraan tangki.

Pemerintah Desa Jatian sebelumnya telah melaporkan kondisi kekeringan kepada BPBD. Penanganan kemudian dilakukan secara bertahap melalui assessment dan distribusi air bersih sesuai kondisi di lapangan.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali. Pola distribusi tersebut dinilai perlu dipertahankan selama sumber air warga belum kembali normal.

Selain bantuan air bersih, kondisi tersebut juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kegiatan distribusi berlangsung aman dan tanpa kendala. Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, tim BPBD kembali ke Mako sekitar pukul 16.00 WIB.

Kondisi di Jatian menunjukkan bahwa dampak kemarau masih dirasakan masyarakat meski kebutuhan air minum di sebagian wilayah relatif tercukupi. Menyusutnya sumber air membuat kebutuhan untuk mandi dan mencuci juga ikut terdampak, sementara beberapa sumur warga bahkan sudah memperlihatkan dasar.

Dengan kondisi tersebut, keberlanjutan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penanganan untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto