logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Bersih Mengering, 190 KK di Jatian Jember Kini Bergantung Kiriman BPBD

  • 30 September 2026
  • Dibaca 212 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-bersih-mengering-190-kk-di-jatian-jember-kini-bergantung-kiriman-bpbd-20260930

Krisis Air Bersih Mengering, 190 KK di Jatian Jember Kini Bergantung Kiriman BPBD

JEMBER, 30 September 2026 – Sebanyak sekitar 190 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut terjadi sejak awal Agustus 2026 saat musim kemarau mulai berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Distribusi sebanyak 5.000 liter air dilakukan pada Selasa, 29 September 2026 dan menjadi penyaluran air bersih yang ke-10 di wilayah tersebut.

TRC BPBD Kabupaten Jember, Yudha Aditya, mengatakan, kekeringan membuat sejumlah sumber air warga mulai menyusut.

“Sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air alami terdekat berada sekitar 300 meter dari permukiman, tetapi debitnya saat ini sudah mulai mengecil,” kata Adit.

Berdasarkan hasil assessment BPBD, kebutuhan air bersih paling banyak berada di RT 01/RW 06 dengan sekitar 140 KK dari total 200 KK. Sementara di RT 02/RW 08, sekitar 50 KK dari total 129 KK juga membutuhkan pasokan air.

Di RT 01/RW 10 terdapat sekitar 90 KK dan RT 02/RW 10 sekitar 80 KK. Kebutuhan air untuk minum di dua wilayah tersebut masih tercukupi, tetapi warga tetap membutuhkan air untuk mandi dan mencuci.

Kondisi sumber air di sejumlah titik semakin memprihatinkan. Di RT 02/RW 08, jarak permukiman dengan sumber air alternatif sekitar 300 meter. Dari delapan sumur warga yang diperiksa, sekitar 90 persen telah menunjukkan dasar sumur dan sebagian airnya mulai berbau.

Sementara di RT 01/RW 06, warga harus menempuh jarak sekitar 700 meter untuk mencapai sumber air alternatif yang kondisinya juga mulai mengecil. Sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman tidak dapat digunakan untuk konsumsi.

“BPBD melakukan pengecekan sumur warga, assessment, koordinasi dengan pemerintah desa dan RT/RW, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan,” ujar Adit.

BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali. Penanganan lanjutan juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait.

Penanganan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember bekerja sama dengan Pemerintah Desa Jatian, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Saat ini terdapat sejumlah tandon BPBD yang ditempatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak.(tgh)

Galeri Foto