logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

KUPILAH Jadi Gerakan Nyata, Warga RW 25 Sumbersari Didorong Kelola Sampah dari Rumah

  • 07 Mei 2026
  • Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
kupilah-jadi-gerakan-nyata-warga-rw-25-sumbersari-didorong-kelola-sampah-dari-rumah-20260507

KUPILAH Jadi Gerakan Nyata, Warga RW 25 Sumbersari Didorong Kelola Sampah dari Rumah

JEMBER, 7 Mei 2026 – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus tumbuh di Kelurahan Sumbersari. Melalui gerakan “KUPILAH” (Kurangi, Pilah, Olah), warga RW 25 menunjukkan peran aktif mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah dan mengelola sampah langsung dari rumah tangga.

Kegiatan yang digelar pada Rabu 7 Mei 2026, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga mengikuti edukasi mengenai pengurangan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga pengolahan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, warga diajak membiasakan diri mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan minyak jelantah dapat disetorkan ke Bank Sampah Griya Ayu RW 25 untuk dikelola lebih lanjut.

Keberadaan bank sampah tersebut menjadi salah satu motor penggerak pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah RW 25. Adapun sampah residu yang tidak dapat diolah tetap diangkut petugas menuju tempat pemrosesan akhir.

Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam mendukung gerakan KUPILAH. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian warga RW 25 dalam menjalankan gerakan KUPILAH. Ini adalah langkah nyata yang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujarnya.

Bhatara menambahkan, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama antara warga, lingkungan RT/RW, dan pihak kelurahan.

“Melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi melalui bank sampah. Langkah sederhana ini jika dilakukan bersama-sama akan membawa dampak besar bagi lingkungan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi juga dilakukan melalui media visual dan video pembelajaran agar masyarakat lebih mudah memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya. Pemerintah Kelurahan Sumbersari pun menyatakan siap mendukung pengembangan bank sampah dan inovasi pengolahan limbah rumah tangga di tengah masyarakat.

Dengan adanya gerakan KUPILAH, Kelurahan Sumbersari diharapkan dapat menjadi contoh wilayah yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan secara berkelanjutan. (dan)

Galeri Foto