logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Layanan Home Care Puskesmas Ledokombo Sasar 47 Warga Rentan di Karang Paiton

  • 10 Agustus 2026
  • Dibaca 286 Kali
Bagikan Via:
layanan-home-care-puskesmas-ledokombo-sasar-47-warga-rentan-di-karang-paiton-20260811

Layanan Home Care Puskesmas Ledokombo Sasar 47 Warga Rentan di Karang Paiton

JEMBER, 10 AGUSTUS 2026 – Sebanyak 47 warga kelompok rentan di Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, mendapat pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis melalui program Home Care Puskesmas Ledokombo, Senin 10 Agustus 2026. Pelayanan dilakukan langsung dengan mendatangi rumah warga sebagai upaya memperpendek akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB itu menyasar warga yang dinilai membutuhkan perhatian kesehatan lebih intensif. Mereka terdiri dari lansia sebatangkara, penyandang disabilitas, balita stunting, ibu hamil risiko tinggi, serta penderita penyakit kronis.

Program Home Care tersebut dipimpin Kepala Puskesmas Ledokombo, dr. Andi Maulana, dengan melibatkan sekitar 20 tenaga medis Puskesmas Ledokombo. Pelayanan turut diperkuat 15 kader kesehatan Desa Karang Paiton dan 11 mahasiswa KKN kolaboratif.

Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi pemerintah dan tenaga kesehatan harus aktif menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses.

“Pelayanan kesehatan harus hadir sampai ke rumah warga. Jangan sampai ada lansia sebatangkara, penyandang disabilitas, ibu hamil risiko tinggi, balita, maupun penderita penyakit kronis yang tidak mendapatkan perhatian hanya karena mereka memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan,” tegas Nino.

Menurutnya, Home Care merupakan bentuk pelayanan publik yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Pemerintah hadir bukan sekadar memberikan pengobatan, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat rentan mendapatkan pendampingan dan perhatian secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya pelayanan kesehatan, tetapi rasa bahwa masyarakat tidak sendirian. Ketika ada warga yang membutuhkan, pemerintah harus hadir bersama tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, TNI-Polri dan seluruh unsur yang bisa membantu,” ujarnya.

Deteksi Dini

Selain memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis, kegiatan Home Care di Karang Paiton juga diarahkan untuk melakukan deteksi dini penyakit. Pemeriksaan langsung di rumah memungkinkan tenaga kesehatan memperoleh gambaran kondisi warga secara lebih dekat sekaligus memberikan edukasi kepada pasien maupun keluarga.

Kepala Puskesmas Ledokombo, dr. Andi Maulana, mengatakan pendekatan Home Care menjadi penting karena tidak semua warga memiliki kemampuan dan kondisi yang sama untuk mengakses fasilitas kesehatan.

“Dengan mendatangi rumah warga, petugas bisa melihat kondisi kesehatan pasien secara lebih menyeluruh. Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi dan menentukan apakah pasien membutuhkan tindak lanjut atau pelayanan kesehatan berikutnya,” kata Andi.

Ia menambahkan, kelompok seperti lansia sebatangkara, penyandang disabilitas, ibu hamil risiko tinggi dan penderita penyakit kronis membutuhkan pemantauan yang tidak berhenti pada satu kali pemeriksaan.

Karena itu, hasil pemeriksaan di lapangan diharapkan dapat menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan kesehatan masyarakat sehingga warga yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera diarahkan mendapatkan pelayanan sesuai kondisinya.

Libatkan Kader dan Mahasiswa

Pelaksanaan Home Care juga melibatkan kader kesehatan Desa Karang Paiton. Kader dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warga di lingkungan masing-masing.

Keterlibatan kader sekaligus membantu memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan dapat teridentifikasi lebih cepat.

Selain itu, sebanyak 11 mahasiswa KKN kolaboratif turut ambil bagian dalam kegiatan. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari kolaborasi lintas unsur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Camat Ledokombo, kolaborasi tersebut penting karena persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi.

“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah kecamatan, desa, kader, TNI-Polri, mahasiswa dan masyarakat harus saling menguatkan. Ketika semua bergerak bersama, warga yang paling membutuhkan justru bisa menjadi prioritas pelayanan,” ujar Nino.

Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI-Polri juga turut memberikan pendampingan. Bripka Sugeng Supriyadi selaku Bhabinkamtibmas Desa Karang Paiton dan Koptu Roni Gigih selaku Babinsa Karang Paiton hadir untuk mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.

Pastikan Ada Tindak Lanjut

Nino menekankan bahwa keberhasilan Home Care tidak hanya diukur dari jumlah warga yang diperiksa, tetapi juga dari tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan.

Ia meminta agar warga yang ditemukan memiliki kondisi kesehatan tertentu dapat memperoleh pemantauan dan rujukan sesuai kebutuhan.

“Jangan berhenti pada pemeriksaan. Kalau hari ini ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka harus ada tindak lanjut. Kita ingin pelayanan kesehatan benar-benar memberikan dampak, bukan sekadar hadir, memeriksa, kemudian selesai,” katanya.

Menurut Nino, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Terlebih, kelompok rentan sering kali menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh akses layanan dasar.

“Ukuran keberhasilan pelayanan pemerintah adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Karena itu, warga yang paling rentan harus menjadi salah satu prioritas utama,” imbuhnya.

Program Home Care Puskesmas Ledokombo di Desa Karang Paiton diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan pelayanan yang proaktif, deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat, sementara masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dapat segera mendapatkan pendampingan. (yus)

Galeri Foto