Lewat Skema MoU, Bagian Tata Pemerintahan Dorong Optimalisasi PAD Jember Sektor Wisata
- 03 April 2026
- Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
Lewat Skema MoU, Bagian Tata Pemerintahan Dorong Optimalisasi PAD Jember Sektor Wisata
JEMBER, 03 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah progresif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan tata kelola pariwisata yang terintegrasi.
Di balik transformasi Pantai Watu Ulo, Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jember mengambil peran sentral sebagai fasilitator kerja sama antar-instansi guna menciptakan sistem pengelolaan wisata yang lebih modern dan akuntabel.
Langkah strategis ini menandai era baru pariwisata Jember, di mana birokrasi tidak lagi sekadar administratif, melainkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui sinkronisasi kebijakan.
Salah satu terobosan utama yang difasilitasi oleh Bagian Tata Pemerintahan adalah penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penerapan Tiket Terusan. Kebijakan ini menyatukan akses antara Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma dalam satu sistem transaksi sebesar Rp12.500 per orang.
Secara administratif, MoU ini menjadi landasan hukum kuat yang menghapus tumpang tindih pengelolaan. Dengan sistem tiket terpadu, potensi kebocoran pendapatan dapat diminimalisasi, sehingga arus kas dari sektor pariwisata dapat masuk ke kas daerah secara lebih optimal dan transparan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., menyatakan bahwa penguatan tata kelola ini merupakan mandat untuk meningkatkan daya saing daerah.
"Kami di Bagian Tata Pemerintahan bergerak memastikan agar kerja sama antar-pengelola memiliki aspek legalitas yang jelas," tegas Rachman, dikutip Jumat, 03 April 2026.
“Dengan tata kelola yang terintegrasi, kita tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan pengunjung berkontribusi nyata pada pembangunan daerah melalui PAD,” imbuhnya.
Dampak dari fasilitasi ini pun terlihat nyata pada peningkatan standar pelayanan publik di lapangan. Hingga tahun 2026, sinergi lintas sektor telah berhasil mewujudkan optimalisasi aset melalui penataan area parkir dan persebaran gazebo yang dikelola secara profesional.
Selain itu, standarisasi fasilitas seperti pembangunan toilet publik yang representatif serta penataan sentra kuliner bagi UMKM pesisir menjadi bukti bahwa tata kelola yang baik berbanding lurus dengan peningkatan kenyamanan pengunjung.
Integrasi destinasi yang dipayungi oleh regulasi hasil fasilitasi Bagian Tata Pemerintahan ini juga diproyeksikan meningkatkan durasi kunjungan (length of stay) wisatawan.
Dengan satu tiket untuk dua destinasi, wisatawan didorong untuk menghabiskan waktu lebih lama di kawasan Ambulu, yang secara otomatis meningkatkan perputaran ekonomi di sektor transportasi, kuliner, dan akomodasi.
Melalui peran aktif Bagian Tata Pemerintahan dalam menjembatani koordinasi antar-SKPD dan pemangku kepentingan, Pantai Watu Ulo kini bukan sekadar aset geologi dan budaya, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Kabupaten Jember. (zee)