Lurah Karangrejo Tegaskan Siap Gerak Cepat Bersama Tim Puskesmas Sumbersari dalam Pelaksanaan Home Care
- 06 Agustus 2026
- Dibaca 52 Kali
Bagikan Via:
Lurah Karangrejo Tegaskan Siap Gerak Cepat Bersama Tim Puskesmas Sumbersari dalam Pelaksanaan Home Care
JEMBER, 06 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kelurahan Karangrejo siap bergerak cepat menindaklanjuti hasil Mini Lokakarya Triwulan Bidang Kesehatan Kecamatan Sumbersari dengan memperkuat koordinasi bersama Puskesmas Sumbersari hingga tingkat RT/RW. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Program Home Care mampu menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, usai mengikuti Mini Lokakarya Bidang Kesehatan yang digelar di Pendapa Kecamatan Sumbersari, Rabu 05 Agustus 2026.
Forum yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sumbersari bersama Puskesmas Sumbersari dan Gladak Pakem itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas Camat Sumbersari, Kepala UPTD Puskesmas Sumbersari dan Gladak Pakem, Kasi PMKS Kecamatan, Ketua TP PKK Kecamatan, tujuh lurah se-Kecamatan Sumbersari beserta Ketua TP PKK Kelurahan, PLKB, Pengawas Pendidikan, perwakilan RT/RW, kader Posyandu, hingga Tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT).
Mini Lokakarya menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kesehatan sekaligus menyusun strategi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya percepatan penurunan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, pemutakhiran data masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga optimalisasi Program Home Care sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
Kepala Puskesmas Sumbersari, dr. Adinda Putri Yusri Amrina, menjelaskan bahwa Program Home Care yang mulai berjalan sejak 24 Juli 2026 menyasar lima kelompok prioritas, yaitu ibu hamil risiko tinggi, balita stunting, penyandang disabilitas yang sakit, lansia rentan, serta warga miskin dengan penyakit kronis.
Hingga saat ini sekitar 200 warga telah masuk dalam sasaran layanan. Dari empat kunjungan awal yang dilakukan, tiga pasien telah dirujuk untuk memperoleh penanganan lanjutan.
Selain Home Care, dr. Adinda menyampaikan bahwa Program Universal Health Coverage (UHC) telah melayani 144 warga di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari. Melalui Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan, pendampingan juga dilakukan terhadap 558 ibu hamil, termasuk 57 ibu hamil berisiko tinggi, serta 215 balita stunting.
Ia menegaskan keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, kader Posyandu, PKK, RT/RW, dan masyarakat.
Menindaklanjuti hasil forum tersebut, Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman memastikan akan memperkuat sistem pelaporan dan respons cepat di tingkat lingkungan.
Setiap informasi mengenai ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, penyandang disabilitas yang sakit, lansia rentan, maupun warga kurang mampu dengan penyakit kronis akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama Puskesmas Sumbersari agar pelayanan dapat diberikan tanpa menunggu kondisi pasien memburuk.
"Program Home Care menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu kami akan mengoptimalkan peran perangkat kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, dan TP PKK agar setiap laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Kami siap turun ke lapangan dan bergerak bersama tim Puskesmas Sumbersari sehingga warga yang membutuhkan memperoleh pelayanan secepat mungkin," tegas Nachnuzi.
Menurutnya, pemerintah kelurahan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, memperluas jangkauan pelayanan, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui tindak lanjut hasil Mini Lokakarya ini, Kelurahan Karangrejo juga berkomitmen mendukung seluruh program prioritas bidang kesehatan, mulai dari pendataan ibu hamil sejak dini, peningkatan cakupan imunisasi, pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko. (aji)