Meski Sabtu Hari Libur, Peta Cinta Mobile Tetap Layani Warga
- 27 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Meski Sabtu Hari Libur, Peta Cinta Mobile Tetap Layani Warga
JEMBER, 27 SEPTEMBER 2026 – Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Jember terus bergerak mendekati masyarakat. Melalui Peta Cinta Mobile yang dikemas dalam program SADAR (Sapa Adminduk Warga), pelayanan jemput bola digelar setiap Sabtu untuk menjangkau warga secara langsung, termasuk mereka yang belum sempat mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan.
Pada Sabtu (26/9/2026), giliran Desa Jambearum menjadi lokasi pelayanan SADAR. Sejak pelayanan dibuka, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Masyarakat memanfaatkan kehadiran petugas untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan sekaligus mendapatkan informasi mengenai layanan administrasi kependudukan yang tersedia.
Hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan SADAR adalah waktu pelayanannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Sabtu, ketika bagi jajaran kecamatan Sabtu merupakan hari libur. Namun, melalui konsep Peta Cinta Mobile, pelayanan tetap bergerak dan hadir di tengah masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pelayanan yang tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi justru membawa pelayanan mendekati tempat warga berada. Dengan pola tersebut, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengurus adminduk tanpa harus menunggu hari dan waktu tertentu untuk datang ke kantor pelayanan.
Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. melalui program Peta Cinta mendorong agar pelayanan pemerintah dapat semakin dekat dengan masyarakat. Konsep Peta Cinta Mobile melalui SADAR kemudian menjadi salah satu bentuk penerjemahan semangat tersebut di lapangan.
Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. atau yang akrab disapa Faroek, mengatakan bahwa pelaksanaan SADAR setiap Sabtu menjadi bentuk komitmen jajaran kecamatan untuk tetap mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Sabtu dimanfaatkan sebagai waktu untuk turun langsung karena masyarakat juga memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengakses pelayanan.
“Memang hari Sabtu bagi kami di kecamatan adalah hari libur, tetapi justru pada hari itu kami bisa lebih leluasa mendekat kepada masyarakat. SADAR ini kami jadikan kesempatan untuk hadir langsung ke desa-desa dan memberikan pelayanan. Jadi masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor, tetapi kami yang datang mendekati mereka,” ujar Faroek.
Menurutnya, pelayanan pada hari Sabtu juga memberikan suasana yang berbeda. Warga yang pada hari kerja memiliki kesibukan dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mengurus kebutuhan administrasi kependudukannya. Kehadiran petugas di desa membuat proses pelayanan menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Antusiasme warga Jambearum juga sangat baik. Banyak yang datang dan memanfaatkan layanan yang kami bawa. Ada yang mengurus IKD, KTP, biodata, akta kelahiran maupun KK. Ini menunjukkan bahwa ketika pelayanan kita dekatkan, masyarakat memang menyambut dengan baik. Karena itu, kegiatan SADAR seperti ini akan terus kami lanjutkan,” lanjut Faroek.
Dalam pelayanan di Desa Jambearum, sebanyak 15 warga berhasil melakukan pendaftaran IKD, lima warga mengikuti perekaman KTP, delapan warga memanfaatkan layanan pencarian biodata, enam warga mengurus akta kelahiran, serta tiga warga mendapatkan layanan pembuatan KK.
Namun, angka tersebut bukan satu-satunya hasil dari kegiatan SADAR. Pelayanan jemput bola juga memberikan kesempatan kepada petugas untuk menemukan masih adanya warga yang belum mengurus administrasi kependudukannya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa program pelayanan langsung seperti SADAR dinilai penting untuk terus dilakukan.
Peta Cinta Mobile melalui SADAR pada akhirnya tidak sekadar memindahkan lokasi pelayanan dari kantor ke desa. Lebih dari itu, program ini membawa semangat bahwa pelayanan publik harus hadir ketika masyarakat membutuhkannya.
Pelaksanaan setiap Sabtu juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan pelayanan yang lebih dekat dan responsif. Ketika masyarakat memiliki waktu lebih luang, pemerintah memanfaatkannya untuk hadir di tengah warga dan membuka akses pelayanan.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi pelayanan publik tidak selalu harus dilakukan melalui teknologi. Kehadiran petugas secara langsung tetap menjadi bagian penting, terutama untuk menjangkau masyarakat yang belum mengetahui layanan digital maupun warga yang masih memiliki persoalan administrasi kependudukan.
SADAR juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan. Warga dapat berkonsultasi secara langsung mengenai dokumen yang belum dimiliki, data yang perlu diperbarui, maupun layanan digital seperti IKD.
Melalui Peta Cinta Mobile, pelayanan administrasi kependudukan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Hari Sabtu yang biasanya menjadi waktu istirahat justru dimanfaatkan untuk bergerak dari desa ke desa, membawa pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat diketahui secara langsung.
Pelayanan di Desa Jambearum menjadi salah satu rangkaian dari upaya tersebut. Ke depan, SADAR akan terus dilaksanakan setiap Sabtu di wilayah yang membutuhkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan pelayanan administrasi kependudukan tanpa harus menempuh akses yang jauh.
Semangatnya sederhana: ketika masyarakat belum bisa datang ke pelayanan, maka pelayanan yang datang mendekati masyarakat. Melalui Peta Cinta Mobile dan SADAR, Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan menyentuh kebutuhan warga secara langsung. (wd)