logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Lojejer

Mini Lokakarya Lintas Sektor Kecamatan Wuluhan

  • 28 April 2026
  • Dibaca 137 Kali
Bagikan Via:
mini-lokakarya-lintas-sektor-kecamatan-wuluhan-20260507

Mini Lokakarya Lintas Sektor Kecamatan Wuluhan

Lojejer, Jember — Mini lokakarya lintas sektor tingkat Kecamatan Wuluhan kembali dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan Puskesmas Lojejer, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga perwakilan instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai program kesehatan dibahas secara bersama, termasuk evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan serta perencanaan kegiatan ke depan. Salah satu poin penting yang dibahas adalah kebutuhan sinkronisasi data calon pengantin (catin) antara KUA dan puskesmas. Pihak KUA menyampaikan perlunya data kesehatan calon pengantin dari puskesmas secara berkala, minimal setiap tiga bulan, guna mendukung pelaporan dan pemantauan kondisi calon pasangan sebelum menikah.

Selain itu, dalam paparan yang disampaikan, KUA juga mengungkapkan bahwa angka perceraian di wilayah tersebut cukup tinggi. Bahkan, jumlah perceraian disebut hampir sebanding dengan jumlah pernikahan. Menariknya, sebagian besar perceraian terjadi atas permintaan pihak perempuan (gugat) dibandingkan dengan pihak laki-laki (talak).

Isu lain yang menjadi perhatian dalam mini lokakarya ini adalah upaya peningkatan capaian kepesertaan Universal Health Coverage (UHC). Puskesmas bersama pemerintah desa didorong untuk terus berkolaborasi dalam memastikan seluruh masyarakat terdaftar dan aktif dalam program jaminan kesehatan.

Kolaborasi ini dinilai penting agar tidak ada masyarakat yang terkendala akses pelayanan kesehatan akibat masalah administrasi atau kepesertaan. Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, diharapkan pendataan dan pengaktifan kepesertaan dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, muncul pula usulan pembentukan posyandu jiwa sebagai respon terhadap tingginya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Wuluhan. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah ODGJ mencapai lebih dari 300 orang.

Usulan ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa yang semakin meningkat. Posyandu jiwa diharapkan dapat menjadi sarana pemantauan, pendampingan, serta edukasi bagi keluarga dan masyarakat dalam menangani ODGJ secara lebih terstruktur.

Kegiatan mini lokakarya ini berlangsung dengan diskusi aktif dan partisipatif dari seluruh peserta. Setiap pihak menyampaikan pandangan serta kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga solusi yang dihasilkan dapat lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi lintas sektor di Kecamatan Wuluhan semakin kuat dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan sosial. Kolaborasi yang baik menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di masyarakat.

Galeri Foto