MMPP Ponpes NURINA Perkuat Peran UKTren dalam Membangun Kemandirian Kesehatan Pesantren
- 20 September 2026
- Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
MMPP Ponpes NURINA Perkuat Peran UKTren dalam Membangun Kemandirian Kesehatan Pesantren
JEMBER, 20 SEPTEMBER 2026 – Upaya membangun kemandirian kesehatan di lingkungan pondok pesantren terus didorong melalui penguatan Unit Kerja Pesantren (UKTren). Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Inaroh (NURINA), Sabtu, 19 September 2026. MMPP menjadi ruang bersama untuk melihat kondisi kesehatan di lingkungan pesantren berdasarkan hasil Survei Mawas Diri (SMD). Melalui pemaparan tersebut, berbagai potensi, tantangan, peluang, serta hambatan yang dihadapi pesantren dalam upaya meningkatkan kesehatan dapat dipetakan untuk kemudian dibahas bersama.
Bagi pesantren, keberadaan UKTren diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari struktur kegiatan, tetapi juga menjadi penggerak dalam membangun kesadaran dan kemampuan warga pesantren untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Berbagai persoalan yang ditemukan melalui SMD dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pesantren. Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pembahasan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan santri. Ketersediaan fasilitas sanitasi, termasuk jumlah toilet, perlu diperhatikan agar sebanding dengan jumlah santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Namun, fasilitas tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Hadi Purwanto, S.KM., staf Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember, menyampaikan bahwa UKTren dapat menjadi ruang untuk mendorong pesantren mengembangkan solusi berdasarkan persoalan yang ditemukan di lingkungannya. “Jumlah toilet perlu rasional dengan jumlah santri. Tetapi selain fasilitas, yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan santri untuk menerapkan PHBS. Pesantren juga dapat mengembangkan pemilahan dan pengolahan sampah agar tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi berpotensi menghasilkan nilai ekonomis,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi dan potensi masing-masing pesantren berbeda sehingga solusi yang dikembangkan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Dengan demikian, UKTren dapat menjadi penggerak lahirnya inovasi kesehatan yang berasal dari lingkungan pesantren sendiri. Ketua Tim Kerja Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Triyaningsih, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa MMPP bukan menjadi akhir dari proses penguatan kesehatan pesantren. “Kegiatan ini tidak berhenti pada musyawarah hari ini. Bersama Puskesmas Bangsalsari dan Rumah Sakit Paru, kami akan menindaklanjuti hasilnya melalui pendampingan, skrining kesehatan, dan edukasi,” katanya.
Melalui penguatan UKTren dan tindak lanjut lintas layanan tersebut, hasil SMD dan MMPP diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata, sehingga pesantren semakin mampu mengenali persoalan, menentukan solusi, serta membangun lingkungan yang sehat secara berkelanjutan. (ken)