Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Desa Gugut Kecamatan Rambipuji
- 10 September 2025
- Dibaca 1069 Kali
Bagikan Via:
Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Desa Gugut Kecamatan Rambipuji
Pemerintah Kecamatan Rambipuji 10/09/2025 – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa, Camat setempat menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (10/9/2025) bertujuan untuk mengevaluasi capaian program pencegahan stunting sepanjang tahun ini serta merencanakan intervensi lanjutan guna mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting di bawah 14 persen sesuai arahan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting).
Kehadiran Camat dan Lapolsek Rambipuji menjadi sorotan utama dalam acara yang diikuti oleh perwakilan TPPS desa, kader Posyandu, petugas Puskesmas, serta tokoh masyarakat. Camat Roni Herman Baza, A.P membuka kegiatan dengan menyampaikan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendukung program nasional ini. "Stunting bukan hanya tanggung jawab kesehatan semata, melainkan isu lintas sektor yang memerlukan kolaborasi semua pihak. Hari ini, kita evaluasi kemajuan di Desa Gugut, Drsa Pecoro dan pastikan intervensi seperti pemberian ASI eksklusif, suplementasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita berjalan optimal," ujar Camat dalam sambutannya.
Kegiatan monev ini merupakan bagian dari Pilar 5 Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting, yaitu pemantauan dan evaluasi terpadu yang dikoordinasikan oleh Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) di bawah Sekretariat Wakil Presiden. Selama sesi evaluasi, tim membahas data dari aplikasi e-Household Data Warehouse (eHDW) Kementerian Desa, PDTT, yang mencatat pendataan keluarga berisiko stunting di desa. Hasil sementara menunjukkan penurunan angka stunting di Desa Gugut sebesar 5 persen dibandingkan periode sebelumnya, berkat program intervensi spesifik seperti pemeriksaan rutin ibu hamil dan balita di Posyandu serta distribusi makanan tambahan bergizi.
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi peran TPPS tingkat desa, yang terdiri dari pengarah, pelaksana, bidang pendampingan keluarga, dan pengelolaan data. Kepala Desa Gugut Pusriyanto menekankan pentingnya sinkronisasi dengan Dana Desa untuk mendanai kegiatan seperti edukasi gizi dan sanitasi lingkungan. "Kami telah mengalokasikan anggaran desa untuk program 'Desa Peduli Stunting', termasuk pelatihan kader dan kolaborasi dengan PKK desa," tambahnya.
Acara ini juga dihadiri perwakilan Puskesma Rambipuji yang menyampaikan bahwa Desa Gugut termasuk dalam lokus prioritas karena prevalensi stunting awal tahun mencapai 20 persen. Evaluasi menghasilkan rencana tindak lanjut, seperti peningkatan kampanye perubahan perilaku melalui forum lintas agama dan pemanfaatan aplikasi data stunting terintegrasi. Camat menutup kegiatan dengan harapan agar Desa Gugut menjadi contoh sukses dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Program percepatan penurunan stunting ini terus digencarkan secara nasional, dengan dukungan 23 kementerian/lembaga melalui konvergensi program pusat, daerah, hingga desa. Kegiatan di Desa Gugut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen lokal dalam memberantas stunting, yang berdampak pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia di masa depan.