Ngaji Bareng Perdana 2026, Kelurahan Mangli Perkuat Silaturahmi dan Syiar Keagamaan Kaum Perempuan
- 22 Mei 2026
- Dibaca 99 Kali
Bagikan Via:
Ngaji Bareng Perdana 2026, Kelurahan Mangli Perkuat Silaturahmi dan Syiar Keagamaan Kaum Perempuan
JEMBER, 22 MEI 2026 - Kelurahan Mangli kembali memperkuat tali silaturahmi sekaligus memupuk nilai-nilai spiritual masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang menyasar kaum perempuan. Memanfaatkan momentum hari yang penuh keberkahan, Pemerintah Kelurahan Mangli menggelar kegiatan “Ngaji Bareng Rutinan Bulanan” di Pendopo Kelurahan Mangli, Jumat pagi, 22 Mei 2026.
Kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus perempuan tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kelurahan Mangli tersebut menjadi tonggak awal penguatan syiar keagamaan di wilayah setempat. Pasalnya, kegiatan ini merupakan pelaksanaan ngaji bareng perdana sepanjang tahun 2026.
Acara berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mangli Diana Ruspita Malasari, Sekretaris PKK Denis, serta Ning Zulfa sebagai tokoh perempuan agama yang memimpin doa dan tausiah. Sementara jalannya acara dipandu Aryani selaku pembawa acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Diana Ruspita Malasari. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali majelis ilmu sebagai sarana mempererat kerukunan dan kebersamaan antarwarga.
“Majelis seperti ini bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah memperkuat silaturahmi dan kekompakan warga,” ujarnya.
Suasana pendopo kemudian semakin khusyuk saat Ning Zulfa memimpin pembacaan ratib dan zikir bersama. Lantunan selawat dan doa yang menggema di pendopo menjadi simbol harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kelurahan Mangli.
Pada sesi inti, Ning Zulfa menyampaikan tausiah mengenai penguatan keimanan, pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu, serta keutamaan menyambut bulan Zulhijah. Ia juga mengulas keistimewaan puasa Zulhijah dan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa.
Menurutnya, langkah menuju majelis ilmu harus dilandasi niat tulus agar bernilai ibadah dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Ning Zulfa juga memberikan pesan menyejukkan bagi jemaah yang memiliki uzur syar’i atau kondisi tertentu sehingga tidak dapat menjalankan ibadah puasa.
“Ibadah itu jalurnya luas. Jika kondisi fisik atau halangan tertentu membuat kita belum mampu berpuasa, jangan berkecil hati. Allah SWT tetap membuka banyak pintu kebaikan melalui sedekah, zikir, amal saleh, dan membantu sesama. Kuncinya adalah ketulusan niat,” tuturnya. (bjk)