Optimalisasi Fungsi Ruang Baca, Dinas Perpustakaan Tingkatkan Kualitas Layanan Literasi
- 30 Maret 2026
- Dibaca 219 Kali
Bagikan Via:
Optimalisasi Fungsi Ruang Baca, Dinas Perpustakaan Tingkatkan Kualitas Layanan Literasi
JEMBER, 30 MARET 2026 - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus mengoptimalkan fungsi setiap ruang baca guna meningkatkan kualitas layanan literasi bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan berbagai ruang koleksi serta penyediaan fasilitas ruang baca modern yang ramah bagi semua kalangan.
Kegiatan optimalisasi ini berlangsung secara berkelanjutan di seluruh area layanan perpustakaan, dengan melibatkan pengelola dan pustakawan sebagai pelaksana utama. Tujuannya adalah memberikan kemudahan akses informasi kepada pengunjung sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok pengguna.
Dalam pelaksanaannya, setiap ruang baca memiliki fungsi spesifik. Ruang koleksi buku umum dimanfaatkan sebagai pusat referensi bacaan populer yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, ruang koleksi buku braille disediakan untuk mendukung kebutuhan literasi bagi penyandang disabilitas netra agar tetap mendapatkan akses informasi yang setara.
Ruang koleksi buku referensi difungsikan sebagai sumber rujukan ilmiah, seperti ensiklopedia, kamus, dan buku akademik lainnya yang digunakan untuk kegiatan belajar dan penelitian. Adapun ruang koleksi buku sastra menjadi wadah bagi pengunjung yang ingin menikmati karya-karya literasi seperti novel, puisi, dan cerpen.
Selain itu, ruang internet disediakan untuk menunjang kebutuhan akses informasi digital serta tersedia komputer di ruang internet, Ruang koleksi buku anak juga dirancang secara khusus untuk meningkatkan minat baca sejak dini melalui suasana yang menyenangkan, sedangkan auditorium dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan literasi, seperti seminar, diskusi, dan pemutaran film edukatif.
Kronologi pengembangan fungsi ruang baca ini dimulai dari evaluasi kebutuhan pengunjung yang dilakukan secara berkala oleh pihak perpustakaan. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penataan ulang ruang serta penambahan fasilitas yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu pustakawan menyampaikan bahwa pengelolaan ruang baca berbasis fungsi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan. “Penataan ruang berdasarkan jenis koleksi dan kebutuhan pengguna mampu memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi dalam mencari informasi,” ujar Fatchur Rohman, S.Sos, pustakawan ahli madya.
Dengan ketersediaan koleksi dan fasilitas ini, Dispusip bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan informasi publik di Kabupaten Jember. Pihak perpustakaan juga secara rutin melakukan evaluasi untuk menganalisis jangkauan dan umpan balik masyarakat terhadap layanan yang ada.
Dengan pengelolaan ruang baca yang terstruktur dan fungsional, Dispusip diharapkan mampu terus menjadi pusat literasi yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (cin)